Penulis: Aflah Hafiz Amanullah | Editor: Muhammad Husydardam Rajasanagara | Keterangan: Profil Tokoh | Selasa, 22 September 2026 | 18.19 WIB

Zulian, Ketua Forum Generasi Berencana Kabupaten Purbalingga (Foto: Dok. Zulian Dwi Cahyo)
Kesempatan tersebut justru menjadi titik awal Zulian untuk mengenal lebih jauh dunia GenRe. Ia melihat bahwa remaja memiliki banyak potensi, tetapi belum semuanya mendapatkan ruang yang sama untuk menyampaikan suara, mengembangkan diri, dan belajar merencanakan masa depan. Dari sanalah tumbuh keyakinannya bahwa GenRe bukan sekadar program, tetapi wadah bagi remaja untuk bertumbuh dan memberikan manfaat.
Purbalingga – Sudutnalar.com, Zulian Dwi Cahyo, Ketua Forum GenRe Purbalingga, tidak pernah menyangka keterlibatannya dalam dunia GenRe akan membawanya pada perjalanan panjang hingga dipercaya menjadi seorang pemimpin. Awalnya, Zulian mengikuti ajang GenRe karena didaftarkan oleh pihak sekolah pada detik-detik terakhir sebelum penutupan pendaftaran. Tanpa persiapan panjang, ia harus langsung menghadapi berbagai tahapan seleksi.
Selama berproses, Zulian mendapatkan berbagai pengalaman yang berkesan. Ia terlibat dalam kegiatan edukasi bersama anak-anak, bertemu dengan penyintas stunting dan anak-anak marginal, membantu layanan gizi seimbang, hingga mengikuti program sanitasi di pelosok desa. Ia juga terlibat dalam kegiatan bersama pelajar dari jenjang SD hingga SMA serta berbagai kolaborasi lintas sektor.
Berbagai pengalaman tersebut membuat Zulian belajar bahwa setiap orang memiliki proses yang berbeda. Menurutnya, setiap individu memiliki keistimewaan dalam menjalani dan merangkai perjalanan hidupnya masing-masing.
Perjalanan hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Forum GenRe Purbalingga pun tidak berlangsung singkat. Setelah sekitar dua tahun berproses, Zulian resmi dilantik dan menerima amanah tersebut. Dalam menjalankan perannya, ia juga menghadapi berbagai tantangan, seperti komunikasi yang belum maksimal, menurunnya keterlibatan sumber daya manusia, hingga keputusan yang masih memiliki kekurangan.
Namun, Zulian memilih menjadikan setiap kegagalan sebagai bahan evaluasi. Ia berusaha melihat kembali apa yang kurang, apa yang perlu diperbaiki, dan apa yang dapat dipelajari untuk ke depannya. Baginya, kegagalan merupakan bagian dari proses untuk terus berkembang.
Sebagai Ketua Forum GenRe Purbalingga, Zulian memiliki harapan agar forum tersebut dapat menjadi ruang yang benar-benar dekat dengan remaja. Bukan hanya hadir ketika menjalankan kegiatan, tetapi juga menjadi tempat bagi remaja untuk bertanya, bercerita, belajar, dan bertumbuh. Ia ingin remaja tidak hanya menjadi objek program, tetapi turut menjadi bagian dari perubahan.
Zulian juga mengajak remaja Purbalingga untuk mulai memikirkan masa depan, baik dalam pendidikan, kesehatan, perencanaan kehidupan berkeluarga, maupun pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir pesannya, Zulian mengingatkan bahwa setiap remaja memiliki titik awal dan proses yang berbeda. Karena itu, tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai melangkah.
“Bermimpilah dengan proses yang kalian jalani, bertumbuhlah dengan usaha yang kalian upayakan. Jangan pernah menunggu hebat untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi yang hebat.”
