sudutnalar, 29 September 2026

Murid SDN 3 Kedungdawa membaca di pojok baca sebagai alternatif literasi. (Dok. Facebook: SDN 3 Kedungdawa)
KEDUNGDAWA — SUDUTNALAR, UPTD SDN 3 Kedungdawa hingga kini belum memiliki ruang perpustakaan akibat keterbatasan lahan. Kondisi tersebut membuat sekolah memanfaatkan pojok baca di tiga ruang kelas sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan literasi murid.
Kepala UPTD SDN 3 Kedungdawa, Anisah, mengatakan sekolah belum memiliki perpustakaan sejak awal berdirinya sekolah. Menurutnya, pembangunan perpustakaan membutuhkan ruang dan lahan yang memadai, sedangkan sekolah tidak memiliki lahan untuk mendirikan bangunan baru. Kondisi tersebut juga membuat sekolah tidak dapat memperoleh bantuan pemerintah untuk pembangunan perpustakaan.
Sebagai alternatif, sekolah membuat pojok baca di tiga ruang kelas dengan tiga fase literasi. Buku untuk fase A ditunjukkan untuk kelas 1 dan 2, fase B ditujukkan untuk kelas 3 dan 4, sedangkan fase C untuk kelas 5 dan 6.
Pojok baca tersebut dibuat sederhana dengan rak susun di dinding, gambar-gambar di tembok, serta tikar sebagai alas membaca. Meskipun fasilitasnya terbatas, murid tetap antusias dan bersemangat untuk membaca karena terdapat berbagai jenis bacaan yang dapat meningkatkan minat membaca mereka. Sekolah juga mendapatkan banyak bantuan buku melalui program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN)
Selain pojok baca, sekolah menerapkan program membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Program tersebut dilakukan untuk membiasakan murid membaca sebelum mengikuti kegiatan belajar.

Kegiatan membaca di UPTD SDN 3 Kedungdawa (dok. Facebook: SDN 3 Kedungdawa)
Anisah menjelaskan, pihak sekolah sebelumnya telah memiliki wacana untuk mengajukan pembangunan perpustakaan. Namun, pengajuan tersebut tidak dapat dilanjutkan karena sekolah tidak memiliki lahan yang memungkinkan untuk pembangunan.
“Bagi kami perpustakaan yang ideal seharusnya memiliki ruang khusus, tempat duduk, meja, ventilasi, serta pencahayaan yang cukup. Maka dari itu, kami tetap mengusahakan untuk membangun perpustakaan agar murid lebih nyaman untuk membaca,” ujarnya.
Sekolah berharap dapat memiliki ruang perpustakaan, termasuk kemungkinan membangun ruang di lantai dua atau di atas bangunan yang sudah ada. Sementara itu, murid diharapkan tetap memanfaatkan buku dan fasilitas yang tersedia untuk menjaga semangat membaca.
Penulis: Salwa Ghaisani
Penyunting: Hilmaida Nailal Karomah

Sangat pantang putus asa….