Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi

Posted on September 21, 2026September 21, 2026 by kelasB

Cilacap — Konservasi Penyu Nagaraja yang berada di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, menjadi salah satu tempat perlindungan penyu di pesisir selatan Cilacap. Kegiatan konservasi dilakukan mulai dari menemukan telur di kawasan pantai, menetaskannya, merawat tukik, hingga melepasliarkannya kembali ke habitat.

Menurut seorang mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melakukan penelitian di Konservasi Penyu Nagaraja, kegiatan pencarian telur dilakukan melalui patroli di sepanjang kawasan pantai. Patroli dilakukan setiap malam mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang pagi. Wilayah patroli membentang sekitar 25 kilometer, mulai dari Pantai Sodong hingga ujung Pantai Jetis, Cilacap.

Penyu biasanya mendarat di kawasan pantai pada malam hari untuk bertelur. Aktivitas peneluran dapat lebih banyak terlihat pada waktu tertentu, salah satunya saat bulan purnama. Telur yang ditemukan kemudian dipindahkan ke area penetasan dengan tetap memperhatikan kondisi pasir di sekitar telur agar kelembapan dan suhunya tetap terjaga.

Setelah dipindahkan, telur membutuhkan waktu sekitar 40–60 hari hingga menetas. Tukik yang baru menetas tidak langsung dimasukkan ke kolam. Tukik terlebih dahulu menjalani proses aklimatisasi selama dua hingga tiga hari sampai bagian ari-arinya mengering. Setelah itu, tukik dipindahkan ke kolam dan diberi makanan.

Konservasi Penyu Nagaraja tidak melakukan pemeliharaan penyu hingga dewasa. Setelah mencapai usia tertentu, penyu akan dilepasliarkan kembali ke laut. Pelepasliaran biasanya dilakukan ketika penyu berusia sekitar satu hingga dua bulan. Sementara itu, pada usia satu hingga dua minggu, tukik masih berada dalam tahap belajar berenang.

Masyarakat juga dapat terlibat dalam kegiatan konservasi melalui program adopsi tukik. Informasi mengenai program tersebut biasanya disampaikan melalui media sosial konservasi, terutama pada Juni hingga Agustus yang menjadi periode efektif penetasan.

Konservasi ini menangani beberapa jenis penyu, di antaranya penyu lekang, penyu hijau, dan penyu sisik. Melalui proses penyelamatan telur hingga pelepasliaran, kegiatan konservasi dilakukan untuk membantu menjaga keberadaan penyu sekaligus mengembalikan tukik ke habitat alaminya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme