Penulis: Mishyagian Romadn| Narasumber: Ahmad Rofiq Arrizqy | Keterangan: Hiburan | Sabtu 12 September 2026 | 19.00 WIB

Penggemar geming berdatangan ke warnet L NET E-sport Arena, Jl. Profesore DR.HR Boenyamin No. 104, Sumampir wetan, Pabuaran, sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. Pribadi)
Warnet Gaming Semakin Diminati Kalangan Anak Muda
PURWOKERTO, sudutnalar.com – Ketika hampir semua orang bisa bermain game lewat ponsel masing-masing, warnet gaming di Purwokerto justru masih ramai pengunjung. Pada Sabtu (12/9/2026) malam, sejumlah anak muda terlihat berdatangan ke L NET E-Sport Arena di Jalan Prof. Dr. HR Bunyamin No. 104, Pabuaran. Alasan mereka bukan sekadar soal perangkat, melainkan soal tempat berkumpul.
“Karena suasana di warnet lebih nyaman untuk bermain game, koneksi internet di warnet biasanya lebih stabil. Selain itu, di warnet bisa sekalian nongkrong sama teman,” kata Ahmad Rofiq Arrizqy, mahasiswa Fakultas Pertanian yang ditemui di lokasi.
Rofiq mengaku biasa menghabiskan dua sampai empat jam sekali datang. Durasinya menyesuaikan jadwal kuliah. “Kalau lagi senggang bisa lebih lama,” ujarnya. Menurut dia, bermain di warnet terasa lebih menyenangkan karena bisa dilakukan bersama teman dalam satu ruangan.
Warnet gaming menawarkan komputer spesifikasi tinggi yang mampu menjalankan berbagai permainan populer dengan lancar. Sejumlah tempat juga melengkapi fasilitasnya dengan kursi gaming, koneksi internet berkecepatan tinggi, dan ruangan berpendingin udara. Tarif sewanya berkisar Rp5.000 hingga Rp35.000 per jam, tergantung memilih paket yang mana.
Agus, pemilik L NET E-Sport Arena, mengatakan pelanggannya didominasi pelajar dan mahasiswa. Keramaian biasanya terjadi pada sore hingga malam hari, dengan rata-rata 20 pengunjung per hari. Warnetnya menyediakan 25 unit komputer.
Untuk menjaga pelanggan tetap datang, Agus memfasilitasi kebersihan ruangan, kenyamanan tempat duduk, dan pelayanan sama pentingnya dengan spesifikasi komputer. Tantangan utama dalam bisnis warnet adalah biaya perawatan komputer dan persaingan dengan perangkat gaming pribadi milik pelanggan.
“Yang dicari pelanggan tidak hanya komputer untuk bermain, tetapi juga tempat untuk berkumpul dan bermain bersama teman,” ujarnya.
Karena itu, alih-alih beradu spesifikasi dengan perangkat pribadi, ia memilih menjaga tarif tetap terjangkau dan membenahi kenyamanan ruangan. Ke depan, ia berencana membuka cabang di daerah terdekat dengan pusat. Ia berharap warnetnya dapat terus bertahan dan menjadi tempat berkumpul komunitas game di Purwokerto, seiring perkembangan industri game dan esports di Indonesia.
Harapan itu bertemu dengan alasan pelanggannya datang. Bagi Rofiq, ponsel memang bisa dibawa ke mana saja, tetapi tidak menghadirkan hal yang dia cari di warnet.
“Bermain di warnet gaming terasa lebih menyenangkan karena dapat bermain bersama teman dalam satu tempat,” ujarnya.
Penulis: Mishyagian Romadon
Editor: Aurelia dwi salsabila
