Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Warna-Warni Kembang Endog: Tradisi Maulid Nabi khas Banyuwangi

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis : Aurelia Az Zahra Salsabillah
Editor : Cahya Anggraeni

Ragam kreasi gedebog pisang berhiaskan Kembang Endog dalam perayaan Mulutan di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)

BANYUWANGI, Sudut Nalar β€” Di antara kemeriahan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal warga lokal sebagai perayaan Mulutan, ada satu pemandangan khas yang menarik perhatian, yaitu gedebog pisang yang ditancapi ratusan tangkai bambu yang dihiasi bunga kertas warna-warni dan telur rebus. Itulah Kembang Endog, tradisi khas masyarakat Osing dan warga Banyuwangi yang diwariskan secara turun-temurun.

Kesibukan merangkai tradisi ini biasanya sudah terlihat sejak pagi hari di halaman rumah warga Dusun Palurejo. Jemari anak-anak dan kaum ibu tampak telaten melipat kertas krep warna-warni, lalu menyusunnya hingga menjadi kuntum bunga yang membungkus sebutir telur rebus.

Sebuah tangkai Kembang Endog sebelum ditancapkan ke gedebog pisang. (Foto: Dokumentasi Pribadi Narasumber)

β€œPaling seru pas nempel kembangnya ke bambu ini, Nduk. Tapi harus hati-hati biar telurnya enggak lepas,” ujar Ningrum seraya dengan telaten menancapkan tangkai bunga berisi telur rebus ke gedebog pisang di teras rumahnya.

Tak hanya telur, warga di Palurejo juga kerap menambahkan gantungan jajanan anak-anak hingga lembaran uang kertas di antara ranting-ranting bambu tersebut.

β€œBiar anak-anak tambah semangat ikut pawai dan ke masjid. Telur sama jajanannya nanti dibagikan, jadi semuanya bisa ikut merasakan syukuran Mulutan,” sahut Lupita yang turut menyiapkan gedebog pisang.

Lupita juga menuturkan, sebutir telur dalam Kembang Endog menyimpan makna spiritual, yakni cangkang (syariat) melambangkan hukum lahiriah, putih telur (thariqat) menggambarkan perjalanan menyucikan jiwa, dan kuning telur (hakikat) melambangkan puncak kebenaran serta ketauhidan.

Sementara itu, gedebog pisang yang menjadi penopangnya melambangkan kebermanfaatan hidup. Pohon pisang tak akan mati sebelum membuahkan hasil. Setiap bagiannya, daun, buah, hingga gedebognya, bermanfaat bagi manusia.

Setelah Kembang Endog tuntas dirangkai, gedebog pisang dibawa ke masjid setempat. Di sana, warga berkumpul untuk mengikuti serangkaian acara peringatan Maulid Nabi, mulai dari pembacaan risalah hingga gema selawat bersama. Usai kegiatan di masjid selesai, Kembang Endog diarak keliling kampung dalam suasana penuh sukacita. Puncaknya, Kembang Endog beserta jajanan yang tergantung di dalamnya dibagikan kepada warga dan anak-anak.

Di tengah gempuran modernisasi, tradisi Kembang Endog terbukti tetap lestari, bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebagai media pendidikan karakter dan sarana mempererat silaturahmi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme