Mimma Kani Aprisa, 27 September | 16.00 WIB


Dok. Mimma
BANYUMAS, Â SudutNalar –Â Warmindo Modies berdiri pada 4 Maret 2023 dengan konsep warmindo semikafe. Usaha tersebut memanfaatkan ruang kosong di lantai dua yang kemudian dikembangkan menjadi tempat usaha dengan harga yang tetap terjangkau bagi mahasiswa.
Usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari perubahan daya beli konsumen, kenaikan harga bahan baku, hingga persaingan usaha yang semakin ketat. Kondisi tersebut dirasakan oleh Warmindo Modies, yang menargetkan mahasiswa dan pelajar sebagai pasar utama
Paisal Ekayadi pemilik Warmindo Modies, menjelaskan bahwa modal awal usaha berasal dari dana pribadi yang sebelumnya tidak digunakan untuk kegiatan usaha. Karena tempat yang digunakan merupakan milik sendiri, usaha ini tidak memerlukan biaya sewa. Namun, renovasi tempat membutuhkan dana sekitar Rp400 juta.
Sejak awal berdiri, pendapatan Warmindo Modies berubah mengikuti kondisi pasar. Aktivitas mahasiswa dan pelajar menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi tingkat penjualan. Ketika kegiatan perkuliahan dan sekolah berlangsung, jumlah konsumen cenderung meningkat. Sebaliknya, pendapatan menurun saat memasuki masa liburan.
“Market Warmindo Modies itu untuk kalangan mahasiswa dan anak sekolah, tergantung libur atau tidaknya kegiatan perkuliahan atau sekolah,” ujar Paisal Ekayadi.
Kondisi tersebut membuat pengelolaan pendapatan menjadi penting untuk mempertahankan usaha. Paisal Ekayadi menyebut sekitar delapan bulan saat mahasiswa aktif dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan operasional selama masa libur sekitar empat bulan.
Selain perubahan jumlah konsumen, persaingan dengan usaha kuliner lain di sekitar lokasi juga menjadi tantangan. Banyaknya kedai dan kafe yang bermunculan membuat pelaku usaha harus mempertahankan daya tarik produk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar.
Dari sisi pengeluaran, biaya operasional Warmindo Modies meliputi gaji karyawan, perbaikan atau penggantian peralatan dapur, serta biaya tetap seperti listrik, internet, dan air. Pengeluaran tersebut perlu diperhitungkan agar tidak mengurangi keuntungan usaha secara berlebihan.
Dalam menentukan harga jual, pemilik menggunakan perhitungan harga pokok penjualan yang kemudian ditambah margin keuntungan. Perhitungan tersebut dilakukan untuk menentukan harga yang dapat menutup biaya produksi sekaligus memberikan keuntungan bagi usaha.
Kenaikan harga bahan baku juga menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan. Menurut pemilik, perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi harga jual dan keuntungan usaha. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu melakukan penyesuaian agar biaya operasional tetap dapat terpenuhi.
“Jelas bahan baku menentukan harga jual, akan tetapi perlu dibentuknya strategi agar dapat menutup operasional. Itulah kenapa para pengusaha memutar otak agar usahanya tetap survive,” jelasnya.
Kondisi ekonomi tersebut membuat Paisal Ekayadi mempertimbangkan berbagai strategi untuk menjaga keberlangsungan usaha. Salah satunya dengan mengoptimalkan pendapatan ketika pasar ramai dan menggunakannya untuk menghadapi periode penjualan yang menurun.
Ke depanya, Warmindo Modies berencana melakukan mengembangkan usaha dengan memperluas lahan yang tersedia. Selain itu, promosi melalui media sosial dan penyelenggaraan berbagai acara yang diminati masyarakat juga menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha.
Menurut Paisal Ekayadi, keberlangsungan usaha kuliner dalam jangka panjang tidak mudah. Persaingan di bidang makanan dan minuman sangat dinamis sehingga pelaku usaha harus terus beradaptasi.
Paisal Ekayadi tidak hanya menjalankan satu jenis usaha, tetapi juga memiliki beberapa bidang usaha lain. Bagi Warmindo Modies, kondisi pasar di sekitar kampus menjadi salah satu faktor ekonomi yang paling berpengaruh terhadap pendapatan.
Perubahan jumlah konsumen, kenaikan harga bahan baku, biaya operasional, serta persaingan usaha menjadi pertimbangan yang harus dihadapi agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Melalui pengelolaan keuangan, penyesuaian harga, strategi pemasaran, dan pengembangan usaha, Warmindo Modies berupaya menjaga keberlangsungan bisnisnya di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
