Penulis: Zulfa Izaz Mudasir
Editor: Rasya putra agusti
Sudutnalar.com, 16 September 2026

Sumber : Doc. Rohman
Purwokerto, Sudutnalar.com — Upaya melestarikan budaya Jawa terus dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Setya Laras UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap seni tradisional, UKM ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang karawitan, tari, sinden, hingga pedalangan.
Kegiatan UKM Karawitan Setya Laras tidak hanya berfokus pada latihan. Para anggota juga terlibat dalam berbagai pementasan, baik dalam kegiatan kampus maupun di luar kampus. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Gebyar Budaya, Gelar Karya, penataran atau open recruitment anggota baru, mengikuti berbagai event, hingga rekaman di Studio RRI Purwokerto.
Secara resmi, UKM Karawitan Setya Laras berdiri pada 2019. Namun, perjalanan kelompok ini sudah dimulai sejak 2013. Saat itu, salah satu dosen UIN SAIZU, Pak Suwito, sedang belajar menjadi dalang. Dari kegiatan tersebut muncul gagasan untuk melibatkan mahasiswa UIN SAIZU sebagai pengiring dalam pagelaran wayang.
Pak Suwito kemudian meminta Pak Warto untuk mencari mahasiswa yang tertarik mempelajari karawitan. Saat itu terkumpul sekitar 30 mahasiswa, dengan sekitar 20 mahasiswa yang aktif mengikuti latihan. Karena kampus belum memiliki gamelan sendiri, para mahasiswa berlatih di sejumlah sanggar karawitan di sekitar Karanglewas.
Kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi Komunitas Karawitan Setya Laras pada 2014. Seiring bertambahnya anggota dan kegiatan yang dilakukan, muncul upaya untuk menjadikan komunitas tersebut sebagai unit kegiatan mahasiswa. Hingga akhirnya pada 2019, Komunitas Karawitan Setya Laras resmi menjadi UKM Karawitan Setya Laras UIN SAIZU

Sumber : Doc. Rohman
Dalam kegiatannya, anggota UKM melakukan latihan rutin sekitar satu kali dalam seminggu. Latihan tambahan juga dilakukan menjelang pementasan untuk mempersiapkan penampilan anggota. Sementara itu, jadwal pementasan menyesuaikan dengan kegiatan dan undangan yang diterima, seperti iringan wisuda, pengukuhan guru besar, maupun kegiatan di luar kampus.
Selain latihan dan pementasan, UKM Karawitan Setya Laras juga memiliki kegiatan tahunan berupa Gebyar Budaya dalam bentuk pagelaran. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi anggota untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat.
Keberadaan UKM ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan budaya Jawa, khususnya budaya Banyumasan, kepada mahasiswa. Karawitan dinilai tidak hanya sebagai seni musik tradisional, tetapi juga memiliki nilai budaya yang berkaitan dengan identitas masyarakat Jawa dan Banyumasan.
Muhamad Nur Rohman, Ketua Umum UKM Karawitan Setya Laras , mengatakan bahwa karawitan tidak hanya berkaitan dengan seni musik tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat Jawa.
“Karawitan itu bukan hanya sekadar seni atau musik tradisional, tetapi di dalamnya juga ada budaya dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas kita.”
Menurutnya, perkembangan musik modern tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan budaya sendiri. Generasi muda tetap dapat menikmati musik modern sekaligus mengenal dan mempelajari kesenian tradisional.

Sumber : doc. Rohman
Untuk menarik minat mahasiswa, UKM Karawitan Setya Laras berusaha memperkenalkan karawitan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Salah satunya melalui media sosial untuk memperkenalkan kegiatan dan karya anggota. UKM tersebut juga mengikuti berbagai kegiatan dan melakukan kolaborasi dengan UKM maupun komunitas yang bergerak di bidang musik modern.
Namun, upaya tersebut tidak terlepas dari tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menjaga konsistensi anggota agar tetap aktif di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Jadwal kuliah, tugas, serta kegiatan organisasi membuat anggota perlu membagi waktu agar tetap dapat mengikuti latihan dan kegiatan UKM.
Meski demikian, UKM Karawitan Setya Laras terus menunjukkan perkembangan. Dalam perjalanannya, UKM tersebut telah mengikuti berbagai ajang dan meraih sejumlah pencapaian. Di antaranya Kreasi Musik Tradisional Fellesia serta Gold Medal pada Seiba Internasional Festival pada 2024 dan 2025. Pada 2026, UKM Karawitan Setya Laras kembali memperoleh pencapaian dengan meraih Platinum Medal dalam ajang Seiba Internasional Festival.

Sumber : doc. Rohman
Ke depan, UKM Karawitan Setya Laras berharap generasi muda tidak merasa jauh dari budaya sendiri. Perkembangan zaman dinilai tidak harus menjadi alasan bagi budaya tradisional untuk ditinggalkan. Sebaliknya, budaya dapat terus dikenalkan dan dikembangkan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan generasi sekarang.
“Harapannya generasi muda bukan hanya tahu karawitan atau budaya Jawa dari melihat pertunjukannya saja, tetapi juga mau mencoba, belajar, dan ikut terlibat di dalamnya,” ujar Muhamad Nur Rohman.
