Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

UKM Karawitan Setya Laras UIN SAIZU Lestarikan Budaya Jawa di Tengah Gempuran Musik Modern

Posted on September 16, 2026September 18, 2026 by zulfa izaz

Penulis: Zulfa Izaz Mudasir

Editor: Rasya putra agusti

Sudutnalar.com, 16 September 2026

Pementasan UKM karawitan Setya Laras UIN SAIZU 
Sumber : Doc. Rohman

Purwokerto, Sudutnalar.com — Upaya melestarikan budaya Jawa terus dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Setya Laras UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto. Tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat terhadap seni tradisional, UKM ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang karawitan, tari, sinden, hingga pedalangan.

Kegiatan UKM Karawitan Setya Laras tidak hanya berfokus pada latihan. Para anggota juga terlibat dalam berbagai pementasan, baik dalam kegiatan kampus maupun di luar kampus. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Gebyar Budaya, Gelar Karya, penataran atau open recruitment anggota baru, mengikuti berbagai event, hingga rekaman di Studio RRI Purwokerto.

Secara resmi, UKM Karawitan Setya Laras berdiri pada 2019. Namun, perjalanan kelompok ini sudah dimulai sejak 2013. Saat itu, salah satu dosen UIN SAIZU, Pak Suwito, sedang belajar menjadi dalang. Dari kegiatan tersebut muncul gagasan untuk melibatkan mahasiswa UIN SAIZU sebagai pengiring dalam pagelaran wayang.

Pak Suwito kemudian meminta Pak Warto untuk mencari mahasiswa yang tertarik mempelajari karawitan. Saat itu terkumpul sekitar 30 mahasiswa, dengan sekitar 20 mahasiswa yang aktif mengikuti latihan. Karena kampus belum memiliki gamelan sendiri, para mahasiswa berlatih di sejumlah sanggar karawitan di sekitar Karanglewas.

Kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi Komunitas Karawitan Setya Laras pada 2014. Seiring bertambahnya anggota dan kegiatan yang dilakukan, muncul upaya untuk menjadikan komunitas tersebut sebagai unit kegiatan mahasiswa. Hingga akhirnya pada 2019, Komunitas Karawitan Setya Laras resmi menjadi UKM Karawitan Setya Laras UIN SAIZU

Latihan rutin UKM karawitan Setya Laras UIN SAIZU
   Sumber : Doc. Rohman

Dalam kegiatannya, anggota UKM melakukan latihan rutin sekitar satu kali dalam seminggu. Latihan tambahan juga dilakukan menjelang pementasan untuk mempersiapkan penampilan anggota. Sementara itu, jadwal pementasan menyesuaikan dengan kegiatan dan undangan yang diterima, seperti iringan wisuda, pengukuhan guru besar, maupun kegiatan di luar kampus.

Selain latihan dan pementasan, UKM Karawitan Setya Laras juga memiliki kegiatan tahunan berupa Gebyar Budaya dalam bentuk pagelaran. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi anggota untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat.

Keberadaan UKM ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan budaya Jawa, khususnya budaya Banyumasan, kepada mahasiswa. Karawitan dinilai tidak hanya sebagai seni musik tradisional, tetapi juga memiliki nilai budaya yang berkaitan dengan identitas masyarakat Jawa dan Banyumasan.

Muhamad Nur Rohman, Ketua Umum UKM Karawitan Setya Laras , mengatakan bahwa karawitan tidak hanya berkaitan dengan seni musik tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan identitas masyarakat Jawa.

“Karawitan itu bukan hanya sekadar seni atau musik tradisional, tetapi di dalamnya juga ada budaya dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas kita.”

Menurutnya, perkembangan musik modern tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan budaya sendiri. Generasi muda tetap dapat menikmati musik modern sekaligus mengenal dan mempelajari kesenian tradisional.

Latihan rutin UKM karawitan Setya Laras UIN SAIZU 
Sumber : doc. Rohman 

Untuk menarik minat mahasiswa, UKM Karawitan Setya Laras berusaha memperkenalkan karawitan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda. Salah satunya melalui media sosial untuk memperkenalkan kegiatan dan karya anggota. UKM tersebut juga mengikuti berbagai kegiatan dan melakukan kolaborasi dengan UKM maupun komunitas yang bergerak di bidang musik modern.

Namun, upaya tersebut tidak terlepas dari tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menjaga konsistensi anggota agar tetap aktif di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Jadwal kuliah, tugas, serta kegiatan organisasi membuat anggota perlu membagi waktu agar tetap dapat mengikuti latihan dan kegiatan UKM.

Meski demikian, UKM Karawitan Setya Laras terus menunjukkan perkembangan. Dalam perjalanannya, UKM tersebut telah mengikuti berbagai ajang dan meraih sejumlah pencapaian. Di antaranya Kreasi Musik Tradisional Fellesia serta Gold Medal pada Seiba Internasional Festival pada 2024 dan 2025. Pada 2026, UKM Karawitan Setya Laras kembali memperoleh pencapaian dengan meraih Platinum Medal dalam ajang Seiba Internasional Festival.

Pementasan UKM karawitan Setya Laras UIN SAIZU 
Sumber : doc. Rohman

Ke depan, UKM Karawitan Setya Laras berharap generasi muda tidak merasa jauh dari budaya sendiri. Perkembangan zaman dinilai tidak harus menjadi alasan bagi budaya tradisional untuk ditinggalkan. Sebaliknya, budaya dapat terus dikenalkan dan dikembangkan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan generasi sekarang.

“Harapannya generasi muda bukan hanya tahu karawitan atau budaya Jawa dari melihat pertunjukannya saja, tetapi juga mau mencoba, belajar, dan ikut terlibat di dalamnya,” ujar Muhamad Nur Rohman.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme