SudutNalar, 29 September 2026

PURWOKERTO, SudutNalar β Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai menjadi bagian dari kebiasaan pembayaran pedagang dan mahasiswa di kawasan Karangwangkal, Purwokerto. Bagi pedagang makanan, pembayaran digital tersebut tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu mengurangi kendala yang sebelumnya muncul saat menggunakan uang tunai.
Salah satunya dirasakan oleh seorang penjual mi ayam di Karangwangkal. Ia telah menjalankan usaha dari rumah sejak 2023 dan mulai berjualan di kawasan tersebut sekitar dua tahun terakhir. Sebagian besar pelanggannya merupakan mahasiswa.
Sebelum menggunakan QRIS, ia menerima pembayaran secara tunai, melalui DANA, maupun transfer ke rekening BCA. Namun, cara tersebut terkadang menimbulkan kendala, terutama ketika pembeli tidak memiliki uang pas atau penjual kesulitan menyediakan uang kembalian.
Ia kemudian mulai menggunakan QRIS sekitar 2024 setelah mendapat tawaran dari sales QRIS. Sejak saat itu, pembayaran digital menjadi salah satu pilihan utama dalam transaksi sehari-hari.
Selain memudahkan pembayaran, QRIS juga membantunya memantau transaksi melalui aplikasi merchant. Dengan begitu, ia tidak perlu menghitung pemasukan dari setiap transaksi secara manual.
Penggunaan QRIS kemudian turut mengubah kebiasaan pembayaran para pelanggannya. Ia memperkirakan sekitar 70 persen transaksi yang diterimanya setiap hari dilakukan melalui QRIS, sedangkan sisanya menggunakan uang tunai.
βSetiap hari, kebanyakan yang saya terima itu pembayaran lewat QRIS daripada tunai. Sekitar 70 persen menggunakan QRIS,β ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan QRIS kini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi sebagian pembeli. Beberapa pelanggan bahkan memastikan terlebih dahulu apakah pedagang menyediakan pembayaran melalui QRIS sebelum melakukan pembelian.
Kemudahan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pedagang. Seorang mahasiswa sebagai konsumen mengatakan QRIS menjadi pilihan karena pembayaran dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus membawa atau mencari uang tunai di dalam dompet.
Menurutnya, penggunaan QRIS juga memudahkan pedagang karena mereka tidak perlu menyediakan uang pecahan atau mencari uang kembalian ketika melayani pembeli.
Selain transaksi secara langsung, QRIS turut membantu penjual dalam melayani pesanan delivery order. Pembeli dapat menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu sehingga proses pengantaran pesanan menjadi lebih sederhana.
Meski memberikan kemudahan, penggunaan QRIS tidak sepenuhnya terbebas dari kendala. Penjual tersebut mengaku pernah mengalami gangguan pada aplikasi, tetapi hal tersebut hanya terjadi sesekali.
Di luar kendala tersebut, ia menilai QRIS membantu memperlancar transaksi, baik bagi dirinya sebagai penjual maupun bagi pelanggan. Penggunaan pembayaran digital juga dinilai semakin sesuai dengan kebiasaan mahasiswa yang menjadi mayoritas konsumennya.
Penulis: Bela Fatma Atikah
Editor: Damia Sifa Aulia Romansyah
