Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tradisi Aboge, Perhitungan Kalender Islam Jawa yang Masih Bertahan di Wlahar Wangon

Posted on September 16, 2026 by zulfa izaz
Warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, mengikuti kegiatan tradisi masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya, Kamis (8/2/2024). Foto: TikTok @Wangonkeren

BANYUMAS, Sudutnalar.com – Di tengah perubahan zaman, sebagian masyarakat Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, masih mempertahankan tradisi Islam Aboge yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut berupa sistem perhitungan kalender Jawa-Islam yang digunakan sebagian warga dalam menentukan waktu tertentu, termasuk hari besar keagamaan.

Keberadaan Aboge di Desa Wlahar telah berlangsung sejak masa nenek moyang. Salah satu warga yang masih mengikuti tradisi tersebut mengatakan bahwa Aboge dikenalkan melalui keluarga dan terus diwariskan dari generasi sebelumnya.

β€œAwalnya ya dari nenek moyang. Dulu waktu kakek nenek saya sudah Aboge, jadi ya ikut saja,” ujar salah satu warga Wlahar.

Menurutnya, masyarakat yang masih mengikuti Aboge sebagian besar merupakan mereka yang meneruskan kebiasaan dari keluarga sebelumnya. Meskipun saat ini banyak generasi muda yang lebih mengikuti sistem penanggalan nasional, tradisi Aboge masih tetap dijalankan oleh sebagian warga.

Perbedaan utama antara sistem Aboge dan kalender Islam yang banyak digunakan masyarakat saat ini terletak pada metode perhitungannya. Dalam Aboge, satu bulan ditetapkan berjumlah 30 hari sehingga terkadang terdapat perbedaan satu hari dalam menentukan awal Ramadan maupun Hari Raya Idulfitri.

Meskipun memiliki perbedaan dalam menentukan hari besar Islam, masyarakat yang mengikuti Aboge tetap menjalankan aktivitas keagamaan seperti umat Islam pada umumnya. Mereka tetap melaksanakan salat lima waktu, mengikuti kegiatan keagamaan, serta berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Selain perhitungan kalender, masyarakat Aboge di Wlahar juga masih mempertahankan tradisi keagamaan seperti ratiban atau wiridan bersama pada bulan Sura. Pada bulan Rajab, sebagian masyarakat melakukan kegiatan syukuran di makam dengan menyembelih kambing sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung lama.

Dalam mempertahankan tradisi tersebut, masyarakat Aboge tidak memaksakan generasi muda untuk mengikuti sistem perhitungan yang sama. Mereka memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk memilih menggunakan perhitungan Aboge maupun kalender nasional.

Perbedaan waktu dalam pelaksanaan hari besar Islam antara masyarakat Aboge dan masyarakat lainnya tidak menimbulkan konflik di Desa Wlahar. Warga tetap menjaga hubungan sosial dan menjalankan kehidupan bermasyarakat secara rukun.

Hingga kini, tradisi Aboge masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Wlahar sebagai bagian dari warisan keluarga dan budaya lokal. Meskipun tidak semua warga mengikuti perhitungan tersebut, keberadaannya tetap menjadi salah satu tradisi Islam Jawa yang masih bertahan di tengah perubahan zaman.

Penulis : Bela Fatma Atikah

Editor   : Damia Sifa Aulia Romansyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme