sudutnalar.com, 29 September 2026

PURBALINGGA, SUDUTNALAR – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu bentuk penilaian baru yang mulai diterapkan pada jenjang SMA sejak 2025. Kehadiran TKA membuat siswa perlu mengenal bentuk tes yang berbeda dari ujian sekolah yang selama ini mereka kerjakan. Hal tersebut juga dirasakan oleh siswa SMA Negeri 1 Bobotsari yang mengikuti TKA pada pelaksanaan pertamanya.
Bagi Putri, salah satu siswa SMA Negeri 1 Bobotsari yang mengikuti TKA, pelaksanaan tes untuk pertama kalinya menjadi pengalaman yang cukup berbeda. Sebelum pelaksanaan, ia sempat merasa bingung karena belum memiliki gambaran yang jelas mengenai bentuk soal dan tingkat kesulitannya. Persiapan pun dilakukan dengan kembali mempelajari materi yang telah diperoleh selama pembelajaran di sekolah.
“Waktu itu saya belum terlalu tahu TKA seperti apa, jadi sempat merasa khawatir. Sebelum pelaksanaan, saya mencoba mengulang materi yang sudah dipelajari ketika sekolah supaya lebih siap. Apalagi ini pertama kalinya, jadi memang ada rasa deg-degan karena belum tahu soal yang akan keluar,” ujar Putri.
Menurut Putri, tantangan dalam mengerjakan TKA bukan hanya mengenai seberapa banyak materi yang diingat. Ia merasa beberapa soal membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam sehingga tidak cukup jika hanya mengandalkan hafalan.
“Menurut saya, bagian yang cukup sulit itu ketika soalnya membutuhkan pemahaman lebih. Materi sebenarnya sudah pernah dipelajari, tetapi bentuk pertanyaannya berbeda dari yang biasa dikerjakan. Jadi, kita harus benar-benar memahami dan berpikir lagi, bukan hanya mengandalkan hafalan,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Nova. Ia mengaku pada awalnya menganggap TKA tidak jauh berbeda dengan ujian sekolah. Namun, setelah mengikuti tes, ia menyadari bahwa persiapan menjadi hal yang cukup penting, terutama karena terdapat beberapa mata pelajaran yang harus dihadapi.
“Awalnya saya kira TKA akan sama seperti ujian sekolah. Tapi saat mengerjakan, ternyata ada beberapa soal yang harus dipahami dulu sebelum bisa menjawab. Jadi, persiapan memang penting. Waktu itu saya lebih sering mengulang materi yang sudah diajarkan di sekolah,” ujar Nova.
Bagi Nova, salah satu hal yang membuat TKA terasa berbeda adalah adanya mata pelajaran pilihan. Siswa tidak hanya mempersiapkan mata pelajaran umum, tetapi juga harus memperhatikan pilihan mata pelajaran yang akan diujikan.
“Menurut saya, memilih mata pelajaran juga harus dipikirkan dari awal. Kita perlu menyesuaikan dengan kemampuan dan pelajaran yang paling dikuasai. Kalau sudah tahu pilihannya, belajarnya juga jadi lebih terarah dan nggak bisa baru dipersiapkan menjelang tes,” kata Nova.
Pengalaman Putri dan Nova menunjukkan bahwa TKA tidak hanya menjadi persoalan mengerjakan soal, tetapi juga menuntut siswa menyesuaikan cara belajar dan mempersiapkan diri. Sebagai salah satu angkatan awal yang mengikuti TKA, mereka harus menghadapi bentuk penilaian yang masih tergolong baru bagi siswa SMA.
Bagi keduanya, pengalaman mengikuti TKA menjadi gambaran bahwa siswa tidak cukup hanya mengetahui materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami cara mengerjakan soal dan mengatur waktu ketika menghadapi tes.
Penulis: Fatma Amalia Adyan
Editor: Evi Alviyah
