Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Terbentur untuk Terbentuk: Perjalanan Luthfi Fadhilah Menjadi Duta FIB Unsoed

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by calista aneen

sudutnalar.com, 22 September 2026

Luthfi Fadhilah, Duta Kampus FIB Unsoed 2026. (Dok. Luthfi Fadhilah)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Menjadi Duta FIB bukanlah perjalanan yang ditempuh Luthfi Fadhilah dalam sekali langkah. Di balik perannya sebagai Duta Kampus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 2026, terdapat perjalanan panjang yang diwarnai pengalaman organisasi, berbagai perlombaan, kegagalan, hingga proses menemukan bidang yang sesuai dengan dirinya.

Luthfi merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) angkatan 2024 Universitas Jenderal Soedirman yang berasal dari Cilacap. Sejak sekolah, ia sudah aktif dalam berbagai kegiatan. Ketertarikannya untuk terlibat dalam organisasi bermula ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia melihat adanya bullying dan senioritas di lingkungan sekolah.

Pengalaman tersebut membuat dirinya ingin memiliki power untuk ikut mengambil peran di lingkungan sekitar. Ia tidak ingin hal serupa terus terjadi dan ingin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Keinginannya untuk mengambil peran kemudian berkembang ketika memasuki SMP. Ia aktif dalam organisasi dan pernah menjadi Ketua OSIS. Saat SMA di MAN 1 Cilacap, Luthfi lebih banyak mengikuti berbagai kompetisi. Ia berhasil meraih beberapa prestasi tingkat nasional, di antaranya medali perak FUSO History Indonesia 2022, medali perunggu FUSO Geography 2023, dan medali perak NYSI Math 2024.

Namun, perjalanan Luthfi mulai menghadapi tantangan ketika memasuki perguruan tinggi. Sejak SD hingga SMA, ia sebenarnya lebih menyukai bidang yang berkaitan dengan matematika, ekonomi, dan hitung-hitungan. Ia bahkan mengambil jurusan IPA ketika bersekolah di MAN 1 Cilacap.

Pilihan kuliah kemudian membawanya ke Pendidikan Bahasa Indonesia. Perpindahan dari bidang eksakta menuju bahasa dan humaniora membuatnya harus melakukan penyesuaian dengan lingkungan akademik yang berbeda.

Pada semester-semester awal, Luthfi mulai aktif mengikuti berbagai perlombaan. Akan tetapi, hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan. Ia beberapa kali mengikuti kompetisi, tetapi belum berhasil mendapatkan juara dan lebih sering hanya masuk dalam jajaran peserta terbaik.

Kegagalan tersebut membuatnya mulai mengevaluasi diri. Ia menyadari bahwa beberapa perlombaan yang diikuti belum sepenuhnya menjadi ruang yang tepat untuk menunjukkan kemampuannya sebagai mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Kesempatan kemudian datang ketika ia mengikuti seleksi Duta Perpustakaan Unsoed. Bidang tersebut dirasa lebih dekat dengan pendidikan dan bahasa. Dalam ajang tersebut, Luthfi berhasil meraih Juara Harapan 2 Duta Perpustakaan Unsoed 2026.

Setelah itu, ia kembali mencoba mengikuti Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah 2026. Dalam ajang tersebut, Luthfi berhasil mencapai tahap semifinalis.

Dua pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Luthfi mulai melihat bahwa ketika mencoba kegiatan yang lebih dekat dengan bidang yang sedang ia pelajari, ia memiliki ruang yang lebih sesuai untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan dirinya.

Perjalanan tersebut kemudian berlanjut ketika program Duta Kampus Unsoed mulai diinisiasi pada 2026. Program tersebut kemudian dikembangkan hingga tingkat fakultas, termasuk FIB. Luthfi mengikuti proses seleksi dan akhirnya terpilih sebagai Duta Kampus FIB 2026.

Bagi Luthfi, keputusan mengikuti Duta FIB bukan hanya karena ingin mencoba pengalaman baru. Ia juga ingin menantang dirinya sekaligus menyeimbangkan dirinya dengan aktivitas organisasi yang selama ini dijalani.

Sebagai Duta FIB, Luthfi memiliki peran sebagai salah satu representasi mahasiswa sekaligus membantu memperkenalkan berbagai kegiatan dan hal positif yang ada di Unsoed dan FIB kepada masyarakat. Salah satu tugas rutinnya adalah membuat konten.

Selain perubahan dalam cara membawa diri, menjadi duta juga membuat relasi Luthfi semakin luas. Ia dapat berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas serta semakin mengenal lingkungan FIB, termasuk berbagai kegiatan dan pihak yang ada di dalamnya.

Namun, menjalankan peran sebagai duta di tengah kesibukan kuliah dan organisasi bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan yang paling dirasakan adalah ketika jadwal kegiatan saling beririsan. Selain persoalan jadwal, ia juga menghadapi pandangan yang beragam dari masyarakat di media sosial. Menurutnya, menjadi duta bukan hanya soal penampilan atau menjadi representasi di depan publik. Terdapat proses seleksi yang harus dilalui, mulai dari tes minat dan bakat, wawancara, kemampuan bahasa Inggris, hingga penilaian kepribadian.

Perjalanan Luthfi hingga menjadi Duta FIB akhirnya bukan sekadar tentang sebuah pencapaian. Ada pengalaman organisasi sejak sekolah, perubahan bidang dari eksakta ke bahasa, berbagai perlombaan, serta kegagalan yang menjadi bagian dari prosesnya.

Pengalaman tersebut membuat Luthfi memahami bahwa kegagalan tidak selalu berarti seseorang tidak mampu. Terkadang, kegagalan justru menjadi jalan untuk menemukan ruang yang lebih sesuai dengan diri sendiri.

Bagi mahasiswa yang sedang berusaha mencapai sesuatu, ia berpesan agar tidak berhenti hanya karena mengalami kegagalan satu atau dua kali.

β€œAku pernah mengalami fase ketika sudah mencoba berkali-kali tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Tapi aku akhirnya sadar bahwa gagal hari ini bukan berarti besok kita akan gagal lagi,” katanya.

Menurutnya, seseorang terkadang memang perlu mengalami kegagalan sebelum akhirnya berkembang dan menemukan bentuk terbaik dari dirinya. β€œKita harus terbentur dulu sebelum terbentuk,” tuturnya.

Penulis: Salwa Ghaisani

Editor: Shafrifa Rahma Aulia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme