sudutnalar.com, 11 September 2026

(Dokumentasi : Chiquita Abidah Azni)
WONOSOBO, Sudut Nalar — Di tengah popularitas Dataran Tinggi Dieng yang sudah lama menjadi primadona wisata Jawa Tengah, ada satu destinasi yang mulai mencuri perhatian wisatawan domestik yaitu Telaga Menjer. Danau alami yang terletak di lereng Gunung Pakuwaja, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo ini menawarkan panorama perbukitan hijau, udara sejuk pegunungan, dan permukaan air yang tenang.
Telaga yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut ini memiliki luas kurang lebih 70 hektar dengan kedalaman mencapai 45 meter. Lokasinya berjarak sekitar 11–12 kilometer dari pusat Kota Wonosobo, atau sekitar 25–30 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor maupun bus pariwisata.
Tiket Murah, Kantong Aman
Salah satu daya tarik utama Telaga Menjer adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau. Wisatawan lokal cukup membayar tiket sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Tidak ada perbedaan tarif antara hari biasa dan akhir pekan, maupun antara pengunjung dewasa dan anak-anak.
Hal ini pula yang membuat Malik (19), wisatawan asal Wonosobo, mengaku senang saat berkunjung bersama keluarganya akhir pekan lalu. Namun, menurutnya, HTM belum termasuk harga sewa perahu kecil.
“HTM masih tergolong murah dengan fasilitas dan view yang didapat. akan tetapi, HTM belum termasuk sewa perahu kecil, apabila ingin menikmati keliling danau dengan perahu kecil, harus membayar lagi dengan harga yang lumayan mahal, karena durasinya juga hanya sebentar,” katanya sambil menikmati pemandangan telaga dari tepian.
Akses Jalan dan Lahan Parkir yang Ramah Segala Kendaraan

(Dokumentasi : Chiquita Abidah Azni)
Selain soal harga, kemudahan akses menuju lokasi juga menjadi nilai tambah tersendiri. Jalan menuju Telaga Menjer dari arah Kota Wonosobo dinilai sudah cukup baik dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata berukuran sedang, meskipun rutenya berkelok.
Keberadaan lahan parkir yang luas di kawasan wisata Telaga Menjer kini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengelola maupun wisatawan. Area parkir yang memadai tersebut memudahkan akses masuk bagi bus-bus pariwisata berukuran besar yang membawa rombongan wisatawan dari berbagai daerah.
Sebelumnya, keterbatasan lahan parkir kerap menjadi kendala bagi objek wisata untuk menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, terutama yang datang menggunakan bus. Namun, dengan tersedianya lahan parkir yang luas, Telaga Menjer kini mampu menampung lebih banyak kendaraan wisata sekaligus, tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Kemudahan akses ini turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya dari rombongan sekolah, instansi, maupun komunitas yang biasa berwisata menggunakan bus pariwisata. Pengelola objek wisata Telaga Menjer menilai bahwa fasilitas parkir yang representatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan kelancaran kunjungan wisatawan.
Firman Akbar (26), pengunjung asal Solo yang datang menggunakan mobil pribadi bersama rombongan kantornya, membenarkan hal tersebut.
“Jalannya memang naik-turun dan berkelok khas jalan pegunungan, tapi kondisinya sudah mulus, jadi tetap nyaman meski membawa rombongan pakai minibus. Papan penunjuknya juga cukup jelas, jadi tidak terlalu sulit mencari lokasinya,” katanya. Dari area parkir kendaraan, pengunjung memang masih harus berjalan kaki melintasi jalan setapak sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk sampai ke titik terbaik menikmati keindahan telaga. Rute ini melewati perkebunan warga, pepohonan pinus, serta jalur yang berdekatan dengan instalasi pipa besar milik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) setempat, mengingat Telaga Menjer memang berfungsi ganda sebagai sumber air bagi PLTA setempat.
Lelah Terbayar Lunas
Perjalanan sejauh 2 kilometer dengan medan yang naik turun diakui sejumlah pengunjung cukup menguras tenaga, terutama bagi yang jarang berolahraga. Namun, hampir semua sepakat bahwa rasa lelah tersebut terbayar begitu telaga mulai terlihat dari kejauhan.
“Jujur, di tengah jalan sempat mikir ‘kok jauh juga ya’, apalagi memutar nanjak-turun terus. Tapi begitu sampai dan lihat telaganya langsung, airnya biru kehijauan, dikelilingi bukit-bukit hijau, rasanya capek langsung hilang. Worth it banget,” tutur Tri Eka (20), mahasiswi yang datang bersama teman-teman kampusnya.
Beberapa pengunjung bahkan menyebut kombinasi antara tarif murah, akses jalan yang meski jauh tapi tertata, serta suasana alam yang masih asri membuat Telaga Menjer layak disandingkan dengan destinasi-destinasi populer lain di kawasan Dieng.
Penyusun : Chiquita Abidah Azni
Editor : Citra Rahma Latifah
