Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Telaga Menjer Wonosobo: Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Pakuwaja yang Kian Diminati Wisatawan

Posted on September 15, 2026September 16, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 11 September 2026

Ikon “Telaga Menjer “ dengan latar belakang perbukitan diselimuti kabut tebal
(Dokumentasi : Chiquita Abidah Azni)

WONOSOBO, Sudut Nalar — Di tengah popularitas Dataran Tinggi Dieng yang sudah lama menjadi primadona wisata Jawa Tengah, ada satu destinasi yang mulai mencuri perhatian wisatawan domestik yaitu Telaga Menjer. Danau alami yang terletak di lereng Gunung Pakuwaja, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo ini menawarkan panorama perbukitan hijau, udara sejuk pegunungan, dan permukaan air yang tenang. 

Telaga yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut ini memiliki luas kurang lebih 70 hektar dengan kedalaman mencapai 45 meter. Lokasinya berjarak sekitar 11–12 kilometer dari pusat Kota Wonosobo, atau sekitar 25–30 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor maupun bus pariwisata. 

Tiket Murah, Kantong Aman 

Salah satu daya tarik utama Telaga Menjer adalah harga tiket masuknya yang sangat terjangkau. Wisatawan lokal cukup membayar tiket sekitar Rp5.000–Rp10.000 per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Tidak ada perbedaan tarif antara hari biasa dan akhir pekan, maupun antara pengunjung dewasa dan anak-anak.

Hal ini pula yang membuat Malik (19), wisatawan asal Wonosobo, mengaku senang saat berkunjung bersama keluarganya akhir pekan lalu. Namun, menurutnya, HTM belum termasuk harga sewa perahu kecil.

“HTM masih tergolong murah dengan fasilitas dan view yang didapat. akan tetapi, HTM belum termasuk sewa perahu kecil, apabila ingin menikmati keliling danau dengan perahu kecil, harus membayar lagi dengan harga yang lumayan mahal, karena durasinya juga hanya sebentar,” katanya sambil menikmati pemandangan telaga dari tepian.

Akses Jalan dan Lahan Parkir yang Ramah Segala Kendaraan 

Lahan Parkir “Telaga Menjer “ dengan latar belakang pepohonan dan beberapa kendaraan yang terparkir
(Dokumentasi : Chiquita Abidah Azni)

Selain soal harga, kemudahan akses menuju lokasi juga menjadi nilai tambah tersendiri. Jalan menuju Telaga Menjer dari arah Kota Wonosobo dinilai sudah cukup baik dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus pariwisata berukuran sedang, meskipun rutenya berkelok.

Keberadaan lahan parkir yang luas di kawasan wisata Telaga Menjer kini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengelola maupun wisatawan. Area parkir yang memadai tersebut memudahkan akses masuk bagi bus-bus pariwisata berukuran besar yang membawa rombongan wisatawan dari berbagai daerah.

Sebelumnya, keterbatasan lahan parkir kerap menjadi kendala bagi objek wisata untuk menerima kunjungan wisatawan dalam jumlah besar, terutama yang datang menggunakan bus. Namun, dengan tersedianya lahan parkir yang luas, Telaga Menjer kini mampu menampung lebih banyak kendaraan wisata sekaligus, tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Kemudahan akses ini turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya dari rombongan sekolah, instansi, maupun komunitas yang biasa berwisata menggunakan bus pariwisata. Pengelola objek wisata Telaga Menjer menilai bahwa fasilitas parkir yang representatif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kenyamanan dan kelancaran kunjungan wisatawan.

Firman Akbar (26), pengunjung asal Solo yang datang menggunakan mobil pribadi bersama rombongan kantornya, membenarkan hal tersebut. 

“Jalannya memang naik-turun dan berkelok khas jalan pegunungan, tapi kondisinya sudah mulus, jadi tetap nyaman meski membawa rombongan pakai minibus. Papan penunjuknya juga cukup jelas, jadi tidak terlalu sulit mencari lokasinya,” katanya.  Dari area parkir kendaraan, pengunjung memang masih harus berjalan kaki melintasi jalan setapak sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk sampai ke titik terbaik menikmati keindahan telaga. Rute ini melewati perkebunan warga, pepohonan pinus, serta jalur yang berdekatan dengan instalasi pipa besar milik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) setempat, mengingat Telaga Menjer memang berfungsi ganda sebagai sumber air bagi PLTA setempat.

Lelah Terbayar Lunas 

Perjalanan sejauh 2 kilometer dengan medan yang naik turun diakui sejumlah pengunjung cukup menguras tenaga, terutama bagi yang jarang berolahraga. Namun, hampir semua sepakat bahwa rasa lelah tersebut terbayar begitu telaga mulai terlihat dari kejauhan. 

“Jujur, di tengah jalan sempat mikir ‘kok jauh juga ya’, apalagi memutar nanjak-turun terus. Tapi begitu sampai dan lihat telaganya langsung, airnya biru kehijauan, dikelilingi bukit-bukit hijau, rasanya capek langsung hilang. Worth it banget,” tutur Tri Eka (20), mahasiswi yang datang bersama teman-teman kampusnya. 

Beberapa pengunjung bahkan menyebut kombinasi antara tarif murah, akses jalan yang meski jauh tapi tertata, serta suasana alam yang masih asri membuat Telaga Menjer layak disandingkan dengan destinasi-destinasi populer lain di kawasan Dieng.

Penyusun : Chiquita Abidah Azni
Editor : Citra Rahma Latifah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme