
Sumber : Dokumentasi Pribadi Narasumber
BANYUMAS, SUDUTNALAR — Di era digital yang semakin berkembang pesat seperti saat ini, pemanfaatan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang perdagangan dan pemasaran. Jika dahulu masyarakat melakukan kegiatan jual beli melalui interaksi secara langsung, maka sekarang masyarakat dapat dengan mudah melakukan transaksi melalui marketplace.
Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas jual beli tidak lagi terbatas pada toko fisik. Marketplace menjadi salah satu platform yang dimanfaatkan penjual untuk menjangkau konsumen dari wilayah yang lebih luas. Hal tersebut dirasakan oleh Novri yang mulai menggunakan salah satu platform marketplace sebagai sarana berjualan sejak 10 Juli 2025.
Sebelum menggunakan marketplace, Novri memasarkan produknya melalui sistem pre-order dengan memanfaatkan WhatsApp dan Instagram. Konsumen dapat melakukan cash on delivery (COD) atau mengambil pesanan langsung di tempat produksi. Sistem tersebut juga disesuaikan dengan ketersediaan stok karena produk yang dibuat membutuhkan proses aklimatisasi selama tiga hingga tujuh hari.
Menurut Novri, penggunaan marketplace membantunya menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau melalui penjualan secara langsung. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan kepada orang-orang terdekat kini dapat dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia melalui jasa ekspedisi.
“Dengan kita mengirimkan paket ke ekspedisi, kemudian ekspedisi mengirimkan ke alamat customer, jadi sangat membantu,” ujar Novri. Pemanfaatan marketplace juga berdampak pada jumlah pelanggan dan penjualan.
“Setelah menggunakan marketplace, penjualannya dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penjualan secara offline, pre-order, maupun dari lingkungan sekitar.” Ujar Novri. Peningkatan tersebut turut mendorong produksi dan keuntungan yang diperoleh.
Meski memberikan kemudahan, penggunaan marketplace juga memiliki kendala. Novri menyoroti besarnya biaya atau fee yang dikenakan platform sehingga penjual perlu melakukan pertimbangan dalam penentuan harga produk. Selain itu, penjual baru belum dapat memperoleh layanan pick up dari rumah sehingga harus mengantarkan pesanan ke lokasi ekspedisi.
Untuk mengikuti perkembangan teknologi marketplace, Novri rutin mencari informasi mengenai panduan dan fitur terbaru melalui internet serta media sosial. Menurutnya, penjual perlu terus meningkatkan literasi digital agar tidak tertinggal oleh perkembangan fitur yang tersedia.
“Jangan terjebak di zona nyaman, tetapi kita juga harus mengikuti perkembangan fitur teknologi di marketplace,” katanya. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa marketplace tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan produk, tetapi juga menjadi salah satu teknologi digital yang membantu penjual memperluas akses terhadap konsumen.
Penulis : Fara Aulia Fadilah
Editor : Muhammad Yayan Maulana
