Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tawur Agung Kesanga di Banyumas, Wujud Adaptasi Tradisi Hindu dan Budaya Jawa

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis : Dania Anggita Nirmalaningtyas
Editor : Aurelia Az zahra Salsabillah

Tawur Agung Kesanga Tahun Baru Saka 1948, Banyumas. Dokumen Pribadi.

BANYUMAS, Sudutnalar.com – Bagi umat Hindu, Hari Raya Nyepi merupakan momentum penting. Perayaan ini identik dengan suasana hening karena seluruh aktivitas umat Hindu dihentikan selama satu hari penuh. Di Desa Klinting, Kabupaten Banyumas, rangkaian Nyepi dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan umat Hindu dari wilayah Banyumas, Cilacap, dan masyarakat sekitar. 

Rangkaian perayaan Nyepi diawali dengan Melasti yang dilaksanakan dua minggu sebelum Nyepi sebagai proses penyucian diri. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Tawur Agung Kesanga atau pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi. 

Rangkaian terakhir adalah Ngembak Geni yang dilaksanakan sehari setelah Nyepi. Seluruh umat Hindu berkumpul di area Pura Pedaleman Giri Kendeng untuk saling berjabat tangan dan memaafkan. Ngembak Geni menjadi penanda berakhirnya masa penyepian.

Rangkaian yang menarik perhatian masyarakat adalah Tawur Agung Kesanga atau pawai ogoh-ogoh. Menurut Budianto, tokoh masyarakat setempat, pawai menjelang Nyepi sudah dilaksanakan sejak dahulu. Namun, bentuknya tidak menggunakan ogoh-ogoh seperti saat ini.

β€œKalau pawai kita sudah ada sejak dulu, cuma bentuknya berbeda. Dulu menggunakan gunungan yang isinya hasil bumi,” ujar Budianto.

Seiring berjalannya waktu, para pemuda melakukan inovasi dengan menyisipkan ogoh-ogoh dalam rangkaian pawai sejak lima tahun terakhir. Masyarakat setempat bermusyawarah untuk menentukan bentuk dan tema ogoh-ogoh  dengan mempertimbangkan makna yang akan disampaikan.

Pada perayaan Tahun Baru Saka 1948, masyarakat Desa Klinting merencanakan ogoh-ogoh berbentuk figur perempuan yang berkaitan dengan sosok Dewi Sudra. Namun, rencana tersebut akhirnya tidak dilanjutkan dan masyarakat memilih membuat ogoh-ogoh berbentuk Lembu.

Pawai Tawur Agung Kesanga, Desa Klinting, Banyumas. Dokumen pribadi.

Bentuk ogoh-ogoh yang dibuat menyeramkan menggambarkan energi negatif yang terdapat di lingkungan. Ogoh-ogoh yang telah diarak kemudian di-pralina atau dilebur sebagai simbol pemusnahan energi negatif. 

Rangkaian Nyepi di Banyumas memiliki perbedaan dengan perayaan di Bali, terutama pada banten (persembahan) dan musik pengiring. Di Banyumas, banten cenderung lebih sederhana dan fleksibel. Selain itu, proses Tawur Agung Kesanga di Banyumas diiringi oleh alunan gamelan Jawa. 

Hal ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dapat berkembang dinamis mengikuti lingkungan tempat tradisi tersebut dilaksanakan. Tradisi yang berasal dari Bali tidak diterapkan secara mentah-mentah, melainkan mengalami penyesuaian dengan budaya Jawa tanpa menghilangkan makna utamanya. 

Terlepas dari segala keterbatasan itu, tradisi ini tetap bertahan setiap tahun berkat semangat gotong royong warga. Tawur Agung Kesanga bukan sekadar rangkaian keagamaan, tetapi juga perayaan bersama seluruh desa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme