Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tak Sekadar Wahana, Kawasan D’Las Purbalingga Tawarkan Suasana Sejuk dan Tenang Lewat Pinesan Serang

Posted on September 15, 2026September 16, 2026 by shafrifa aulia

sudutnalar.com – 12 September 2026 

Penulis: Sabrynna Zahra Saraswati | Editor: Dwi Santika Sukmaningrum

Kawasan Pinesan Serang dengan pemandangan Hutan Pinus di sekeliling (12/09/2026)
(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)

PURBALINGGA, sudutnalar.com — Suasana sejuk dengan pepohonan pinus yang rindang menjadikan para pengunjung betah berada di kawasan wisata Pinesan Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Jika pengunjung menginginkan tempat sejuk, tenang dan santai, tempat ini adalah jawabannya. 

Pinesan Serang merupakan salah satu bagian dari kawasan  D’Las, Purbalingga. Berbeda dengan sejumlah area D’Las lain yang berfokus pada wahana, Pinesan Serang lebih menawarkan suasana hutan pinus sebagai daya tariknya. Pak Sapto, selaku penjaga tempat dan penjaga loket mengatakan bahwa kawasan Pinesan Serang memang difokuskan sebagai tempat bagi pengunjung untuk bersantai, nongkrong, dan menikmati suasana alam. Ia juga mengatakan mayoritas pengunjung merupakan kalangan remaja ke atas. 

“Untuk pengembangan wisata sementara belum ada karena di sini fokusnya pada suasana alam, kalau wahana kan sudah ada di sebelah (D’Las Lembah Asri Serang Purbalingga). Pengunjung di sini kebanyakan kalangan remaja ke atas, makanya kita kasih tempat pengunjung buat nyantai, nongkrong, ngopi,” ujar Pak Sapto saat diwawancarai.

Para pengunjung sedang bersantai bersama teman dan keluarga (12/09/2026)
(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)

Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh Arifatu Zuhrina, pengunjung asal Pemalang yang baru pertama kali mengunjungi kawasan Pinesan Serang. Bersama dengan seorang temannya, pengunjung asal Pemalang tersebut mengatakan suasana alam yang sejuk dan tenang membuatnya tertarik berkunjung. Keberadaan fasilitas yang mudah dijangkau juga menjadi pengalaman bagi Arifatu. Ia menyebut Pinesan Serang memiliki tempat duduk, warung, dan parkiran luas yang menunjang kenyamanannya selama berada di lokasi. Kesan tersebut membuat Arifatu tertarik untuk kembali berkunjung dan berencana mengajak lebih banyak temannya untuk datang ke Pinesan Serang. 

“Suasananya sejuk dan sepi. Untuk fasilitas, air ada, tempat duduk ada, warung ada, tempat parkir juga luas. Saya tertarik untuk balik ke sini dengan mengajak teman-teman saya yang lain,” ujar Arifatu. 

Suasana sejuk dan rindangnya pohon pinus Pinesan Serang (12/09/2026)
(sudutnalar.com/Sumber: Sabrynna Zahra Saraswati)

Namun, jumlah pengunjung tempat ini tidak selalu sama setiap hari. Menurut Pak Sapto, Pinesan Serang lebih ramai di akhir pekan dibandingkan hari biasa. Faktor cuaca juga menjadi pengaruh kedatangan pengunjung ke tempat ini. Pak Sapto menyebut jumlah pengunjung cenderung berkurang ketika musim hujan. Meskipun demikian, kondisi berkabut justru menjadi daya tarik bagi sebagian pengunjung untuk mendapat spot foto terbaik. 

“Kalo waktu musim hujan pengunjung tetap berkurang. Mereka tetap di sini tapi pengunjungnya ga banyak seperti biasanya. Kadang ada pengunjung yang ke sini sengaja cari momen pas kabut, biasanya ramai kalau pas sore bagus katanya buat foto,” ujar Pak Sapto.

Awal Mula Terbentuknya Wisata Pinesan Serang 

Keberadaan Pinesan Serang sebagai tempat wisata mulai berkembang sekitar 2008. Awalnya, kawasan ini mulai banyak dikunjungi meskipun belum dikelola sebagai tempat wisata. Kemudian, tempat ini mulai dikembangkan dengan membuka kedai kecil dan mengembangkan aktivitas pertamanya, yaitu flying fox. Setelah itu, sistem tiket mulai diberlakukan pada 2012.

Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar 

Keberadaan kawasan wisata ini juga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pak Sapto menyebut sebagian masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai petani kini beralih profesi menjadi pedagang dan mengembangkan aktivitas peredagangan dengan membuka warung di sekitar kawasan wisata. 

Jam Operasional dan Tarif Tiket 

Pinesan Serang Purbalingga buka setiap hari. Senin – Jum’at pada pukul 08.00 – 16.00 dan di akhir pekan pada pukul 08.00 – 17.00. Dengan tarif  Rp5.000 per orang, pengunjung sudah dapat menikmati suasana rindang pohon pinus sepuasnya. Jika pengunjung membawa kendaraan pribadi, untuk kendaraan bermotor dikenakan tarif Rp2.000 dan kendaraan bermobil dikenakan tarif Rp5.000. 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme