Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Tak Hanya Milik Satu Kabupaten, Carica Jadi Cita Rasa Bersama

Posted on September 15, 2026September 15, 2026 by Ardita Nadine

Penulis: Nadhif Syarafina 

Editor: Nafasha Dhani Artika Putri

Carica Dieng Grojokan Sirawe

Sumber Foto: Penulis 

BANJARNEGARA, 12 September 2026 — Dataran Tinggi Dieng tidak hanya dikenal sebagai “negeri di atas awan”. Kawasan ini juga memiliki kekayaan kuliner yang banyak diburu wisatawan, yaitu carica, buah sejenis pepaya berukuran kecil yang tumbuh di kawasan Dieng.

Carica lebih sering dikenal sebagai kuliner khas Wonosobo. Namun, sebagian kawasan Dieng, yakni Dieng Kulon, berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Karena itu, carica juga menjadi bagian dari kuliner khas Banjarnegara.

Carica umumnya diolah menjadi manisan dengan kuah sirup berwarna kuning. Buah ini memiliki rasa manis dan sedikit asam, aroma khas, serta tekstur yang kenyal dan lembut dengan sedikit sensasi renyah saat dikunyah. Perpaduan rasa tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat setempat.

Oleh-oleh berbahan carica tidak hanya dapat ditemukan di kawasan Dieng. Sejumlah toko oleh-oleh di pusat Kota Banjarnegara juga menjual produk tersebut.

Salah satu produk yang tersedia ialah Carica Grojokan Sirawe. Produk ini dijual dengan harga sekitar Rp25.000 per bungkus ukuran sedang.

Agus (56), warga Banjarnegara, mengaku sering membeli dan menikmati berbagai merek manisan carica.

“Saya sering makan carica sebagai camilan. Rasanya lebih enak jika dimasukkan ke kulkas lalu dimakan saat cuaca panas. Saya baru mencoba carica merek Grojokan Sirawe. Rasanya lebih segar, tidak terlalu manis, dan harganya juga terjangkau,” ujar Agus.

Menurut Agus, manisan carica memiliki cita rasa yang berbeda dari manisan lainnya. Kuah sirupnya memberikan sensasi segar, sedangkan buahnya memiliki rasa sedikit asam dan tekstur yang khas.

Carica tidak hanya menjadi kuliner khas Dieng, tetapi juga menjadi bagian dari identitas bersama masyarakat Banjarnegara dan Wonosobo. Melalui produk oleh-oleh tersebut, kedua daerah dapat melestarikan potensi Dataran Tinggi Dieng sekaligus mengembangkan perekonomian masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme