Penulis: Nadhif Syarafina
Editor: Nafasha Dhani Artika Putri

Carica Dieng Grojokan Sirawe
Sumber Foto: Penulis
BANJARNEGARA, 12 September 2026 — Dataran Tinggi Dieng tidak hanya dikenal sebagai “negeri di atas awan”. Kawasan ini juga memiliki kekayaan kuliner yang banyak diburu wisatawan, yaitu carica, buah sejenis pepaya berukuran kecil yang tumbuh di kawasan Dieng.
Carica lebih sering dikenal sebagai kuliner khas Wonosobo. Namun, sebagian kawasan Dieng, yakni Dieng Kulon, berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Karena itu, carica juga menjadi bagian dari kuliner khas Banjarnegara.
Carica umumnya diolah menjadi manisan dengan kuah sirup berwarna kuning. Buah ini memiliki rasa manis dan sedikit asam, aroma khas, serta tekstur yang kenyal dan lembut dengan sedikit sensasi renyah saat dikunyah. Perpaduan rasa tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat setempat.
Oleh-oleh berbahan carica tidak hanya dapat ditemukan di kawasan Dieng. Sejumlah toko oleh-oleh di pusat Kota Banjarnegara juga menjual produk tersebut.
Salah satu produk yang tersedia ialah Carica Grojokan Sirawe. Produk ini dijual dengan harga sekitar Rp25.000 per bungkus ukuran sedang.
Agus (56), warga Banjarnegara, mengaku sering membeli dan menikmati berbagai merek manisan carica.
“Saya sering makan carica sebagai camilan. Rasanya lebih enak jika dimasukkan ke kulkas lalu dimakan saat cuaca panas. Saya baru mencoba carica merek Grojokan Sirawe. Rasanya lebih segar, tidak terlalu manis, dan harganya juga terjangkau,” ujar Agus.
Menurut Agus, manisan carica memiliki cita rasa yang berbeda dari manisan lainnya. Kuah sirupnya memberikan sensasi segar, sedangkan buahnya memiliki rasa sedikit asam dan tekstur yang khas.
Carica tidak hanya menjadi kuliner khas Dieng, tetapi juga menjadi bagian dari identitas bersama masyarakat Banjarnegara dan Wonosobo. Melalui produk oleh-oleh tersebut, kedua daerah dapat melestarikan potensi Dataran Tinggi Dieng sekaligus mengembangkan perekonomian masyarakat setempat.
