Senin, 14 September 2026

Foto : https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Tahu_krakal.jpg
KEBUMEN- Berbicara tentang kuliner khas, Kebumen juga punya loh tidak hanya wisata alam saja tentunya. Kita tidak boleh melewatkan oleh-oleh khas, yaitu Tahu Krakal. Salah satu tokoh lokal industri rumahan Tahu Krakal milik Pak Sisu yang bertempat di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen. Di era modernisasi pangan, Pak Sisu secara konsisten mempertahankan metode pembuatan tahu tradisional dengan cita rasa gurih alami serta tekstur tahu yang lembut. Tradisi membuat tahu di Desa Krakal telah berlangsung selama puluhan tahun secara turun-temurun. Wilayah ini dikenal memiliki area khusus yang sering dijuluki “Blok Tahu”, di mana mayoritas warganya menggantungkan hidup dari memproduksi tahu. Pak Sisu menceritakan bahwa rahasia kelezatan Tahu Krakal yang bertahan melintasi generasi terletak pada komitmen para perajin untuk menolak penggunaan bahan pengawet kimia. Cita rasa gurih asli kedelai murni inilah yang membuat Tahu Krakal selalu dicari konsumen, meskipun daya simpan tahu alami ini relatif lebih singkat dibandingkan tahu komersial lainnya, dan cara penyimpanannya khusus. Pak Sisu juga memberikan cara pembuatannya, dari kedelai sampai siap goreng proses pengolahan di pabrik rumahan milik Pak Sisu masih mempertahankan metode konvensional. Penggunaan alat-alat sederhana seperti tungku kayu bakar dan kain saring tradisional tetap dipertahankan demi menjaga keaslian rasa. Berikut adalah tahapan pembuatan Tahu Krakal di rumah produksi Pak Sisu dari awal hingga siap dikonsumsi. Perendaman Kedelai Biji kedelai pilihan berkualitas tinggi terlebih dahulu disortir, kemudian direndam di dalam bak air bersih selama 4 hingga 6 jam agar teksturnya melunak. Pencucian dan Penggilingan, setelah mekar kedelai dicuci hingga bersih dari kulit selaput tipisnya. Kedelai lalu dimasukkan ke dalam mesin giling dengan menambahkan air sedikit demi sedikit hingga menjadi bubur kedelai yang halus. Perebusan (Memasak Bubur) bubur kedelai dipindahkan ke dalam wajan raksasa di atas tungku kayu bakar untuk direbus hingga mendidih sempurna. Proses memasak menggunakan kayu bakar ini memberikan aroma khas yang tidak ditemukan pada tahu modern. Penyaringan (Pemisahan Ampas) bubur yang telah matang disaring menggunakan kain katun putih bersih. Sari kedelai  (susu kedelai) akan tertampung di bak bawah, sementara ampas kedelainya dipisahkan. Peragian (Pembiangan) sari kedelai hangat kemudian diberi cairan asam alami atau ragi tahu (sering disebut air biang). Proses koagulasi atau penggumpalan ini akan memisahkan zat padat kedelai dari airnya. Pencetakan (Dipentak) dan Pemotongan gumpalan tahu protein yang padat diambil, lalu dipentak (dicetak) menggunakan alat pres kayu tradisional. Setelah airnya benar-benar tuntas terbuang, lembaran tahu yang sudah memadat dipotong rapi menjadi ukuran siap saji. Tahap Akhir Tahu Krakal potong ini ada yang langsung dijual dalam kondisi tahu putih basah, dan ada pula yang digoreng terlebih dahulu hingga membentuk kulit cokelat yang gurih renyah di luar namun tetap lembut di dalam.


foto : dok.pribadi                                            Â
Tantangan dan modernisasi pemasaran meskipun proses produksinya sangat tradisional, Pak Sisu kini mulai membuka diri terhadap dunia digital. Kendala promosi yang selama ini membuat Tahu Krakal hanya berputar di pasar lokal perlahan mulai teratasi melelalui kolaborasi dengan generasi muda dan program digitalisasi UMKM desa, lokasi rumah produksi Pak Sisu kini telah terdaftar di Google Maps. Pembeli dari luar wilayah Alian maupun kota Kebumen kini bisa dengan mudah melihat rute untuk memborong Tahu Krakal yang masih hangat langsung dari tungkunya, Inilah Tahu Krakal hadir dengan cita rasa gurih dan nikmat yang bikin siapa pun ingin nambah lagi.
Reporter : Calista Vania Maharani Putri
Editor : Amelia Ramandha
