
Soto Legendaris di Desa Bojanegara, Purbalingga, Jumat (14/9/2026). (Foto: Dwi Najla Afiyah)
PURBALINGGA, SudutNalar– Soto legendaris di Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, tetap bertahan sejak tahun 1970 dengan mempertahankan proses memasaknya yang menggunakan kayu bakar. Dikelola oleh Ibu Kusniati, warung tersebut menawarkan berbagai menu soto dengan harga mulai dari Rp17.000.
Di tengah maraknya bisnis kuliner modern, usaha soto legendaris ini tetap eksis dan menjaga keautentikan rasanya sejak era 1970-an. Usaha tersebut dirintis oleh ayah mertua Ibu Kusniati untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Bapak mertua saya yang merintis dari tahun 1970 untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Saya sendiri di sini statusnya mantu,” ujar Ibu Kusniati.
Warung tersebut menyediakan berbagai macam pilihan menu, seperti soto ayam, soto babat, soto sapi, soto spesial, dan soto ayam campur babat. Mulai dari harga Rp17.000-Rp32.000 per porsi dengan dilengkapi minuman segar seperti es teh, es jeruk, dan es dawet ayu.
Menurut Ibu Kusniati, soto ayam menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati, terutama oleh para pemudik. Warung tersebut dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari konten kreator hingga pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Purbalingga.
Ibu Kusniati mengatakan bahwa keunikan utama soto tersebut terletak pada proses memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar. Meskipun telah tersedia kompor gas, ia tetap mempertahankan cara memasak tradisional yang telah digunakan sejak awal berdirinya usaha.
“Yang bikin beda itu cara memasaknya, kami masih konsisten pakai kayu bakar sejak dulu. Walaupun sekarang sudah ada kompor gas, kami tetap mempertahankan kayu bakar,” jelasnya.
Selain Teknik memasak tradisional, keberlangsungan kuliner ini juga didukung oleh konsistensi rasa, takaran bumbu, dan kualitas bahan baku. Ibu Kusniati berusaha untuk tetap mempertahankan porsi serta kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan.
Reporter: Dwi Najla Afiyah
Editor: Helma Ayu Feliana
