21 September 2026, Purwokerto.

Rapat Pleno I Panitia Soedirman Student Summit (S3) pada Minggu, 10 Mei 2026: Foto bersama seluruh staf pendamping. (Foto: PDD S3 2026).
PURWOKERTO, SudutNalar— Suksesnya acara besar tahunan menyambut 10 ribu lebih mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dalam perhelatan Soedirman Student Summit (S3) 2026 tak lepas dari kinerja divisi pendamping di lapangan. Di balik koordinasi masif yang bertugas memastikan ribuan mahasiswa baru terkondisikan dengan tertib dan aman tersebut, ada sosok Azkia Husni Mubarok, mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) jurusan S1 Akuntansi yang kini tengah menempuh semester 5, dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Koordinator Divisi Pendamping.
Azki mengaku telah aktif terjun dalam kepanitiaan di lingkungan kampus sejak semester awal demi mengasah kapasitas kepemimpinannya. “Alasan utamanya karena aku memang memiliki mimpi untuk menjadi seorang leader suatu hari nanti, jadi aku harus latih jiwa leadership dan problem solving aku dengan skala dan diversity yang lebih kompleks,” ungkap Azki. Amanah memimpin Divisi Pendamping S3 diperolehnya melalui rekomendasi Koordinator Pendamping periode sebelumnya, murni berkat rekam jejak kinerjanya saat bertugas sebagai staf lapangan dan PIC Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) pada hari kedua pelaksanaan S3 tahun lalu.

Azkia Husni Mubarok, Koordinator Divisi Pendamping S3 pada Senin, 10 Agustus 2026. (Foto: Youtube Soedirman Student Summit 2026).
Membawahi tim pendamping berskala besar dengan mobilitas tinggi menghadirkan tantangan tersendiri, terutama pada aspek komunikasi serta kendali lapangan di tengah ramainya ribuan peserta. Azki menyadari bahwa kontrol penuh secara individual berada di luar batas kemampuan, sehingga ia mengandalkan mekanisme mitigasi dan delegasi tugas yang jelas kepada para stafnya. Menurutnya, kunci kelancaran di lapangan berakar pada keterbukaan instruksi serta rasa saling percaya antaranggota tim.
“Poin utamanya komunikasi, apalagi kalau membawahi banyak orang itu PR banget. Jadi selagi komunikasi bagus dan selalu memberikan kepercayaan kepada staf, aku percaya semuanya akan baik-baik saja (anything will be fine),” jelasnya.
Di balik kegigihannya memegang tanggung jawab besar dalam menyukseskan perhelatan kampus, dorongan utama Azki bertumpu pada kemandirian hidup dan tekad membangun masa depan yang lebih baik. “Prinsipku, aku tidak mau mengulang kedua kalinya kehidupanku sekarang di masa depan. Aku ingin segalanya lebih baik dari sekarang, tidak selalu bergantung pada orang lain, dan harus berdiri di atas kaki sendiri,” pungkasnya tegas.
Reporter : Hanunah Rizqi Mumtaz | Editor : Fajriati Fatwa
