sudutnalar.com, 29 September 2026.

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Siswa kelas X SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang memanfaatkan daun kering dan sampah rumah tangga menjadi kompos melalui kegiatan kokurikuler. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 21–26 September 2026 sebagai bagian dari penilaian siswa sekaligus pembelajaran tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Neno, selaku fasilitator kegiatan, menjelaskan bahwa kegiatan ini terinspirasi dari metode pembuatan kompos yang dikembangkan oleh Koji Takakura, ahli lingkungan dari Jepang. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan pada tengah semester ganjil 2026 dan khusus diikuti siswa kelas X, sedangkan kelas XI dan XII mengikuti kegiatan kokurikuler dalam bentuk berbeda.
“Ide ini terinspirasi dari seseorang yang bernama Koji Takakura, seorang ahli lingkungan dari Jepang, yang mempunyai gagasan membuat metode pembuatan kompos dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik, terutama sampah rumah tangga,” ujar Neno.
Dalam prosesnya, siswa membawa daun kering, sampah rumah tangga, sekam padi, tanah kompos, serbuk gergajian kayu, serta EM4 atau air cucian beras. Daun kering dicacah, kemudian seluruh bahan dicampur dan disemprot aktivator sebelum dimasukkan ke dalam keranjang dan ditutup menggunakan kain. Kompos kemudian didiamkan selama sekitar satu bulan.
“Kegiatan ini dilaksanakan di setiap tengah semester sebagai bentuk pemenuhan bagian dari nilai rapor siswa selain nilai akademik,” jelas Neno.
Kompos yang dihasilkan digunakan untuk memupuk tanaman di lingkungan sekolah. Sebagian kompos juga dimanfaatkan siswa untuk menyuburkan tanaman di rumah.
“Harapannya agar sampah organik yang selama ini dibuang begitu saja bisa dimanfaatkan menjadi pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Manfaat bagi siswa adalah mereka bisa belajar bagaimana peduli terhadap lingkungan dan tentunya menambah wawasan yang lebih luas,” ungkap Neno.
Penulis – Moza Abhista Daniswara
Editor – Abimanyu Excel Mulya
