Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Senyum Sumringah di Balik Lelah: 20 Tahun Menemani Tumbuh dan Berbenah

Posted on Oktober 9, 2026 by athaya qila

sudutnalar.com, 09 Oktober 2026
Oleh : Hanif Abrar Arhab

Mirnaeni saat mendampingi anak-anak dalam kegiatan pembelajaran di kelas. 
(Foto : Mirnaeni Supriyatin)

PURWOKERTO, SUDUTNALAR — Menjadi guru TK bukan hanya tentang menemani anak-anak bermain dan belajar. Di balik kegiatan belajar yang dipenuhi suara dan tingkah polos anak-anak, terdapat pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, tenaga, dan perhatian yang tidak sedikit. Hal tersebut telah dijalani Mirnaeni Supriyatin selama 20 tahun sebagai guru di KB & TKIT Az Zahra Gondang, Sragen.

Sebelum menjadi guru TK, Mirnaeni sempat memiliki cita-cita untuk menjadi guru sekolah dasar. Namun, keadaan membuat cita-cita tersebut harus ia lepaskan untuk sementara. Ia kemudian merantau dari Purwokerto ke Sragen dan menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari membantu berjualan di stasiun kereta hingga bekerja di usaha katering.

Kesempatan untuk kembali mendekati cita-citanya datang ketika guru ngajinya menawarkan pekerjaan sebagai guru TK. Tawaran tersebut kemudian menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia pendidikan anak usia dini.

“Dulu pernah bercita-cita jadi guru, tapi karena kondisi sempat dilepas. Terus merantau, ada penawaran mengajar TK, alhamdulillah diterima dan bertahan sampai 20 tahun sekarang,” kenang Mirnaeni.

Selama dua dekade mengajar, berbagai pengalaman telah ia lalui. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika mengajar anak-anak playgroup. Menghadapi anak usia dini membutuhkan kesabaran karena setiap anak memiliki karakter dan perkembangan yang berbeda. Ketika melakukan kesalahan, anak-anak belum tentu memahami bahwa apa yang mereka lakukan merupakan sesuatu yang salah. Mereka masih membutuhkan arahan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan usia mereka.

Namun, tantangan menjadi guru TK tidak hanya datang dari anak-anak. Interaksi dengan wali murid juga menjadi bagian yang harus dihadapi. Perbedaan pemahaman mengenai proses belajar dan perkembangan anak terkadang membuat guru perlu memberikan penjelasan lebih kepada orang tua.

Di sisi lain, pekerjaan guru juga tidak berhenti ketika kegiatan pembelajaran di kelas selesai. Sistem full day, administrasi, serta berbagai program sekolah membuat tanggung jawab seorang guru terus berlanjut hingga sore hari. Rasa lelah pun menjadi bagian dari keseharian Mirnaeni.

“Rasa lelah pasti ada, apalagi dengan administrasi dan program sekolah yang menguras pikiran. Tapi karena berada di lingkungan yang baik, sesama ustadzah saling mendoakan, menyemangati, dan ada kajian, itu yang bikin menguatkan,” tuturnya.

Meski lelah, ada hal yang membuatnya tetap bertahan. Salah satunya adalah melihat perkembangan anak-anak yang pernah ia dampingi. Terlebih ketika mengajar kelas tahfidz, Mirnaeni merasa senang melihat anak-anak mulai mampu membaca huruf hijaiyah dan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Perkembangan tersebut menjadi salah satu kebahagiaan yang ia rasakan selama mendampingi anak-anak.

Dua puluh tahun menjadi guru membuat profesi ini bukan lagi sekadar pekerjaan bagi Mirnaeni. Ada harapan yang ingin terus ia titipkan kepada anak-anak yang pernah belajar bersamanya.

 “Harapan saya sederhana, semoga anak-anak yang pernah saya ajar jadi anak yang sholeh-sholihah bagi agama dan bangsa. Dan mudah-mudahan, semua ilmu yang diajarkan bisa jadi bagian dari amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya.

Perjalanan Mirnaeni sebagai guru TK tidak selalu dipenuhi hari-hari yang mudah. Ada administrasi, tuntutan pekerjaan, serta berbagai karakter anak dan orang tua yang harus dihadapi. Namun, selama 20 tahun, ia tetap memilih bertahan di dunia pendidikan anak usia dini. Bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk mendampingi anak-anak dalam melewati tahap awal perjalanan pendidikan mereka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme