
Purbalingga — Akses mobilitas warga di Jalan Jambu, Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah kini mulai terasa lebih nyaman. Setelah sekian lama harus berhati-hati saat melintas, proyek perbaikan jalan di kawasan tersebut akhirnya resmi dieksekusi oleh pemerintah setempat.Bagi warga yang tinggal di sepanjang ruas jalan ini, dimulainya proyek pengaspalan ulang menjadi angin segar yang sudah dinanti-nanti. Ainun, seorang warga lokal yang rumahnya terletak tepat di depan lokasi proyek, membagikan pengalamannya mengenai perubahan kondisi jalur utama desa mereka tersebut.
Setahun Harus “Ngerem” demi Hindari Jeglongan
Sebelum tersentuh proyek perbaikan ini, Ainun menceritakan bahwa kondisi Jalan Jambu sebenarnya tidak mengalami kerusakan yang sangat parah atau berlubang dalam. Kendati demikian, permukaan jalan yang tidak rata tetap saja mengganggu kenyamanan berkendara.
“Sebelumnya kondisi jalan tidak rata. Walaupun memang tidak terlalu dalam (lubangnya), tapi cukup mengganggu laju kendaraan,” ujar Ainun saat diwawancarai di kediamannya.
Menurut penuturannya, kondisi aspal yang bergelombang dan tidak rata tersebut sudah dibiarkan berlangsung cukup lama, yakni sekitar satu tahun terakhir. Meski tidak sampai melumpuhkan total aktivitas harian warga, ketidakrataan aspal ini memaksa para pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan demi keamanan.
“Terhadap kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak yang sampai mengganggu sih, masih aman. Cuma memang (kalau lewat) harus lebih pelan-pelan biar tidak terlalu terasa jeglongannya (guncangannya),” tambahnya.
Ditutup Total, Proses Pengerjaan Berjalan Cepat
Titik terang perbaikan jalan ini mulai terlihat sejak awal September. Ainun mengamati bahwa material proyek berupa tumpukan batu sudah mulai didatangkan ke lokasi pada H-1 sebelum pengerjaan, tepatnya pada Selasa, 8 September.
Keesokan harinya, Rabu pagi tanggal 9 September sekitar pukul 08.30 atau 09.00 WIB, akses Jalan Jambu mulai ditutup total untuk kendaraan guna memulai proses eksekusi pengaspalan. Suasana di sekitar lokasi pun mendadak ramai oleh hiruk-pikuk aktivitas pekerja dan mesin proyek.
“Yang saya lihat ada banyak pekerja laki-laki, ada alat berat juga, dan beberapa warga sekitar yang ikut menonton proses perbaikan di pinggir jalan,” kata Ainun menggambarkan situasi di depan rumahnya.
Apresiasi Warga dan Harapan ke Depan
Sebagai warga yang terdampak langsung dan posisinya berada tepat di depan area perbaikan, Ainun mengaku sangat puas dan bersyukur atas respons cepat dari pihak pelaksana proyek. Kecepatan durasi pengerjaan dinilai sangat efisien sehingga meminimalisir waktu penutupan jalan.
“Sangat senang karena jalan jadi lebih enak dilalui, tidak perlu menghindari jalan yang tidak rata lagi. Lalu pengerjaannya juga cukup cepat dilakukan,” ungkapnya dengan nada lega. Kini, dengan kondisi aspal Jalan Jambu Kalimanah Wetan yang sudah mulus kembali, Ainun mewakili suara warga sekitar menyematkan satu harapan besar untuk infrastruktur di desa mereka.
“Harapannya semoga aspalnya awet dan tidak cepat rusak lagi ke depannya,” pungkas Ainun.
Author: Niken Awra Salsabila
