
Foto: Kegiatan semianar kepenulisan (Sumber: Dokumentasi pribadi / Lestiani Reza Anjarfari)
PURWOKERTO — Seminar Kepenulisan 2026 digelar di Aula Gedung Bambang Lelono, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan yang mengusung tema “Cipta Karya: Menulis dengan Pena, Meraih Cita yang Bermakna” tersebut berlangsung pada Minggu, 13 September 2026 dan diikuti oleh mahasiswa serta peserta yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kepenulisan. Seminar ini menjadi wadah untuk menambah wawasan sekaligus mengembangkan minat dan kreativitas peserta dalam menghasilkan karya tulis.
Dalam kegiatan tersebut, Luluk HF hadir sebagai narasumber dan membagikan pengalaman serta pengetahuannya mengenai dunia kepenulisan. Materi disampaikan dengan suasana yang santai dan interaktif sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. Kehadiran Luluk HF juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat proses kreatif dalam menghasilkan sebuah tulisan, mulai dari menemukan ide hingga mengembangkannya menjadi karya yang menarik.
Selain memperoleh materi, peserta juga mendapatkan motivasi untuk lebih berani menuangkan gagasan melalui tulisan. Seminar tersebut membahas pentingnya konsistensi dan keberanian dalam memulai proses menulis. Peserta didorong untuk tidak takut melakukan kesalahan karena kemampuan menulis dapat terus berkembang melalui latihan dan pengalaman.
“Menulis itu tidak harus langsung sempurna. Yang penting berani memulai, menuangkan ide, kemudian terus belajar dan memperbaiki tulisan,” ujar Luluk HF dalam sesi seminar. Pernyataan tersebut menjadi motivasi bagi peserta untuk tidak ragu menghasilkan karya serta terus mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang kepenulisan.
Melalui Seminar Kepenulisan 2026, peserta diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan ide dan menghasilkan karya yang bermakna. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh inspirasi, bertukar pengalaman, serta meningkatkan kreativitas di bidang kepenulisan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, minat mahasiswa terhadap dunia literasi dan kepenulisan diharapkan dapat terus berkembang.
