Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Satu Kaki Nasam Penopang Cita-Cita Anak di UNSOED

Posted on Oktober 8, 2026Oktober 8, 2026 by jejakpersepsi@gmail.com

Oleh: Happy Zahra Khairunnisa

Nasam (51) menawarkan koran di persimpangan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, Rabu (07/10/2026).
 (Sumber Foto: Happy Zahra Khairunnisa)

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Lampu lalu lintas di persimpangan Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, berganti merah. Kendaraan mulai melambat. Di antara deretan kendaraan tersebut, Nasam (51) berjalan dengan bantuan kruk besi sambil menawarkan koran kepada para pengendara.

“Koran, Mas? Informasi hari ini,” tawarnya dengan senyum ramah.

Sejak pukul 08.30 WIB, pria asal Patikraja itu telah berada di tepi jalan untuk berjualan. Selama lebih dari sepuluh tahun, Nasam menjalani pekerjaannya sebagai penjual koran jalanan. Ia harus beraktivitas di tengah panas matahari, terpaan angin kendaraan, dan padatnya lalu lintas dengan satu kaki yang tersisa.

Di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya masyarakat memperoleh informasi secara digital, penjualan koran cetak bukan lagi pekerjaan yang mudah. Nasam mengatakan bahwa dirinya biasanya menjual sekitar 25 eksemplar koran setiap hari dengan pendapatan yang tidak menentu.

Meskipun demikian, Nasam tetap bertahan. Salah satu alasan terbesarnya adalah pendidikan anak.

“Anak saya sekarang kuliah di Program Studi Statistika UNSOED. Dialah sumber kekuatan saya sampai detik ini,” ujar Nasam dengan bangga.

Menurut Nasam, keterbatasan fisik dan pekerjaannya sebagai penjual koran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berusaha. Ia ingin anak-anaknya memiliki kehidupan dan masa depan yang lebih baik.

“Meskipun bapaknya hanya berjualan koran di jalanan dengan satu kaki, yang terpenting anak saya memiliki masa depan yang jauh lebih baik,” tambahnya.

Kondisi tersebut tidak lepas dari kecelakaan yang dialaminya pada 2009. Kecelakaan itu menyebabkan kaki kirinya harus diamputasi. Saat itu, anak-anak Nasam masih kecil. Ia sempat mengalami masa sulit hingga mengalami depresi dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah selama dua tahun.

Rasa takut terhadap masa depan keluarga membuat Nasam sempat kehilangan arah. Namun, pada 2011, ia memutuskan untuk kembali bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Dulu saya sempat terpuruk dan kehilangan arah cukup lama karena anak-anak masih kecil. Namun, jika saya hanya meratapi nasib, anak-anak mau makan apa? Saat ada kesempatan berjualan koran, saya ambil tanpa ragu,” kenangnya.

Sejak kembali bekerja, Nasam berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya melalui penghasilannya sendiri. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin bergantung pada orang lain selama masih memiliki kemampuan untuk bekerja.

“Saya masih memiliki tenaga untuk bekerja. Selagi mampu, saya pantang mengemis atau meminta-minta kepada orang lain. Saya ingin anak-anak bangga memiliki ayah yang memberi makan dari hasil keringat sendiri,” tegas Nasam.

Berjualan koran dengan menggunakan satu kaki bukan pekerjaan ringan. Nasam harus menjaga keseimbangan dengan bantuan kruk sambil berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan lain untuk menawarkan koran. Aktivitas tersebut dilakukan selama berjam-jam di tengah lalu lintas Jalan Jenderal Soedirman.

Bagi Nasam, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti mencari nafkah. Ia justru berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat bagi orang lain untuk lebih menghargai kemampuan yang dimiliki.

“Coba lihat di sekeliling kalian. Banyak orang dengan keterbatasan fisik yang tetap gigih mencari nafkah demi keluarga. Jika mereka yang berfisik utuh masih sering mengeluh, lantas di mana rasa syukurnya?” tutur Nasam.

Lampu lalu lintas kembali berubah hijau. Kendaraan mulai bergerak meninggalkan persimpangan. Nasam kemudian menepi sejenak ke trotoar untuk beristirahat sebelum kembali menawarkan koran kepada pengendara berikutnya.

Di tengah perubahan zaman yang membuat masyarakat semakin bergantung pada informasi digital, Nasam tetap menjalani pekerjaannya dengan satu tujuan: memenuhi kebutuhan keluarga dan mendukung pendidikan anaknya. Baginya, keterbatasan fisik tidak menghalangi keinginannya untuk bekerja dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme