Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Sanggar Seni Samudra, Merawat dan Mengembangkan Dagelan Banyumasan Lintas Generasi

Posted on September 16, 2026September 17, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis : Aniqotul Lutfiyah
Editor : Amalinda
Senin, 14 September 2026

Sanggar Seni Samudra, Senin (14/9/2026). Foto: Dokumen Pribadi

PURWOKERTO — Sanggar Seni Samudra di Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadikan dagelan atau lawakan khas Banyumas sebagai fokus dalam pengembangan kesenian tradisional. Kesenian tersebut dikembangkan melalui pertunjukan yang memadukan unsur dagelan dengan dramatikal teater.

Pengelola Sanggar, Yudhiono Aprianto, mengatakan dagelan menjadi produk yang menjadi ciri khas sanggar. “Dagelan itu produk kita yang memang ciri khas sanggar ini. Dagelan lawakan Banyumasan,” ujar Yudhi.

Salah satu bentuk pengembangan dagelan yaitu Dagelan Calung atau Daglung. Pertunjukan tersebut menggunakan calung instrumen musik tradisional berbahan bambu yang dipadukan dengan keyboard, bass, dan saxophone. Cerita yang dibawakan berkaitan dengan dagelan Banyumas yang pernah popular melalui almarhum Penjol, yang disebut Yudhi sebagai salah satu maestro di Banyumas.

Menurut Yudhi, dagelan yang dikembangkan Sanggar Seni Samudra tidak hanya mengandalkan lawakan. Pertunjukan juga dikemas dengan unsur dramatikal teater agar memiliki alur dan konsep yang jelas.

Untuk memperbanyak bank penampilan, sanggar melakukan latihan rutin dengan target pada setiap sesi.

Latihan mencakup materi dramaturgi, seperti olah rasa, olah gerak, olah ekspresi, olah tubuh, dan pengolahan karya. Kegiatan itu diawali dengan pemanasan tubuh dan latihan dialog sebagai bagian dari persiapan berkesenian.

Pengembangan kesenian tradisional tersebut menghadapi tantangan dalam menarik minat generasi muda. Yudhi menyebut penggunaan telepon seluler, internet, dan media sosial sebagai salah satu faktor yang memengaruhi minat generasi muda terhadap budaya Banyumas. Menurutnya, hanya sebagian kecil yang mau ikut melestarikan budaya lokal.

Pementasan dagelan calung “Dadhung Kepuntir” oleh Sanggar Seni Samudra di aula SMPN 5 Purwokerto, Jumat (28/8/2026). Foto: Instagram @sanggarsenisamudra

Untuk memperkenalkan kegiatan dan karya kepada masyarakat, Sanggar Seni Samudra memanfaatkan media sosial. Kegiatan sanggar dipublikasikan melalui Instagram (@sanggarsenisamudra) dan TikTok sebagai bagian dari jejak digital.

Saat ini, Sanggar Seni Samudra memiliki 63 anggota dengan rentang usia lintas generasi. Anggota paling senior berusia sekitar 49–50 tahun, sedangkan anggota paling muda berasal dari jenjang SMA, SMK, dan sederajat.

Keberadaan anggota dari berbagai kelompok usia tersebut menjadi bagian dari proses keberlanjutan kesenian Sanggar Seni Samudra. Generasi muda yang bergabung tidak hanya mendapatkan pengalaman berkesenian, tetapi juga berkesempatan mengenal dan mengembangkan kesenian tradisional Banyumasan melalui proses latihan dan pementasan.

Yudhi berharap generasi muda yang belajar di sanggar terus berkreasi dan menghasilkan karya positif. “Jangan lelah untuk berkreasi dan selalu menghasilkan hal-hal yang positif dari bentuk sebuah pementasan,” katanya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme