Sudutnalar.com, 12 September 2026

(Sumber: Panturapost.com)
TEGAL, Sudutnalar.com β Sanggar Mares Budaya yang berada di Desa Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, terus melestarikan kesenian Barongan sebagai salah satu warisan budaya tradisional. Purwanti, selaku pemilik sanggar menjadi generasi keempat yang meneruskan pelestarian kesenian Barongan secara turun-temurun di keluarganya.
Dalam pertunjukannya, Barongan membutuhkan pemain yang telah memiliki pengalaman. Hal tersebut dikarenakan adanya adegan dan gerakan tertentu, terutama yang berkaitan dengan tokoh Pentul. Pertunjukan Barongan juga melibatkan kuda lumping serta beberapa tokoh pendukung lainnya. Secara keseluruhan, jumlah pemain yang terlibat dalam pertunjukan tersebut sekitar sebelas orang.
Menurut Purwanti, pengalaman pemain menjadi salah satu hal penting dalam pertunjukan Barongan karena terdapat gerakan tertentu yang harus dilakukan dengan tepat.
βKalau untuk Barongan itu memang harus yang sudah berpengalaman karena ada gerakan-gerakan tertentu, terutama yang berkaitan dengan Pentul,β jelasnya.
Selain memiliki unsur pertunjukan, Barongan juga dilengkapi dengan perlengkapan dan unsur ritual tertentu. Dalam acara tertentu, perlengkapan tersebut digunakan sebagai bagian dari persiapan dan keselamatan selama pertunjukan.
Keunikan Barongan yang dikembangkan oleh Sanggar Mares Budaya terletak pada musik pengiringnya. Musik tersebut mengangkat unsur musik daerah Tegalan sehingga memberikan ciri khas tersendiri dalam setiap pertunjukan.
Purwanti menjelaskan bahwa penggunaan musik dengan unsur daerah Tegalan menjadi salah satu pembeda Barongan yang dikembangkan oleh sanggar tersebut.
βCiri khasnya ada di musik pengiringnya karena kami mengambil unsur musik dari daerah Tegalan,β tuturnya.
Melalui pelestarian yang dilakukan secara turun-temurun, Sanggar Mares Budaya turut menjaga keberadaan Barongan sebagai bagian dari kekayaan kesenian tradisional di Tegal. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat Barongan tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Penulis : Cintya Auliyanti
Editor : Bela Fatma Atikah
