
Foto: Tumpukan sampah di sungai (Sumber: Dokumentasi pribadi/ Eti Kusmiati)
PURWOKERTO — Jumat, 11 September 2026. Tumpukan sampah terlihat memenuhi bantaran dan aliran sungai sebagaimana tampak pada gambar. Sampah berupa plastik, sisa makanan, dan berbagai material lainnya tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat di sekitar sungai.
Kondisi tersebut dapat menghambat aliran air, terutama ketika volume air meningkat akibat hujan deras. Sampah yang terbawa arus kemudian dapat menyumbat bagian sungai yang lebih sempit maupun saluran air, sehingga air berpotensi meluap dan menyebabkan banjir.
Selain meningkatkan risiko banjir, tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya berbagai organisme pembawa penyakit. Sampah dan wadah yang dapat menampung air berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan salah satu penular demam berdarah dengue (DBD). Kondisi lingkungan yang kotor juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Menurut Ivan Dani Afrizal, keberadaan sampah di sungai seharusnya menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi kebersihan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Sampah yang menumpuk di sungai jangan dianggap sebagai masalah kecil. Jika terus dibiarkan, sampah bisa menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir. Selain itu, lingkungan yang kotor juga bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan meningkatkan risiko penyakit seperti DBD,” ujar Ivan Dani Afrizal.
Tumpukan sampah di sungai pada akhirnya bukan sekadar persoalan pemandangan yang tidak sedap. Jika tidak segera ditangani, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi ancaman lingkungan, kesehatan, hingga keselamatan warga. Karena itu, menjaga sungai tetap bersih menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga melakukan pembersihan secara berkala.
