Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Rumah Literasi Tambaksogra: Dari Rumah Baca Menuju Ruang Impian

Posted on Oktober 8, 2026 by jejakpersepsi@gmail.com

Penulis: Niscita Nariswari Vedacetta

Sudutnalar, 7 Oktober 2026

(Kegiatan Kolaborasi dengan Mahasiswa di Rumah Literasi Tambaksogra. Sumber: Fatiah)

BANYUMAS, SUDUTNALAR – Di sebuah rumah di Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Banyumas, ruang tamu memiliki banyak fungsi sekaligus. Di sanalah anak-anak datang untuk membaca, belajar, meminjam buku, dan bermain. Rumah itu menjadi awal perjalanan Rumah Literasi Tambaksogra yang didirikan Fatiah pada 2016.

Awalnya, Rumah Literasi masih berupa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau rumah baca. Koleksi buku menjadi pintu masuk bagi anak-anak di sekitar untuk datang dan membaca. Namun, kegiatan yang hanya berpusat pada membaca dan meminjam buku dirasa belum cukup.

Bagi Fatiah, anak-anak membutuhkan ruang untuk melakukan lebih banyak hal. Namun, semuanya berlangsung dalam satu ruangan. Begitu ada anak masuk untuk meminjam buku, ia bertemu teman-temannya, lalu sapaan “hai, hai” bersahutan. Anak-anak yang sedang belajar pun kehilangan fokus.

“Begitu masuk ketemu teman-teman yang lain, yang di dalam jadi nggak fokus belajar. Malah ikutan,” ungkap Fatiah.

Dari kondisi itulah muncul keinginan memiliki ruang khusus bagi anak-anak. “Ya Allah, kalau ada rezeki, semoga bisa merubah lahan depan itu,” tutur Fatiah mengenang doanya waktu itu. Lahan di depan rumah kala itu masih berupa tanah kosong. Lahan itu kemudian dapat digunakan untuk kegiatan Rumah Literasi berkat bantuan berbagai pihak.

“Ini bagian dari mimpi dan perjalanan,” ujarnya.

Kini Rumah Literasi juga menjadi tempat bimbingan belajar yang lebih mengutamakan proses dan perkembangan anak daripada nilai, dengan pendampingan pada aspek akademik, keterampilan, dan karakter.

Setiap hari kecuali Kamis, selepas pulang sekolah, rumah itu kembali ramai. Sekitar pukul satu hingga tiga siang, anak-anak datang bergiliran per kelas, dibagi dua sesi agar kegiatan belajar tetap fokus. Ketika seorang anak mengalami kesulitan memahami materi sekolah, Fatiah berusaha mendampinginya. Di Rumah Literasi ini tidak ada target nilai seperti pada umumnya yang menjadi orientasi bimbingan belajar berbayar.

Kegiatan yang diberikan pun beragam. Anak-anak dapat belajar Bahasa Inggris, Matematika, komputer, baca-tulis, pemahaman bacaan, kreativitas, hingga keterampilan memecahkan masalah.

β€œKami hanya ingin membantu anak-anak baik itu secara akademis, dan juga secara skill, keterampilan, terus kayak karakter,” ujar Fatiah. 

Ketika Buku Membuka Jalan ke Pengalaman Baru

Dalam perjalanannya, Rumah Literasi mulai membuka ruang bagi mahasiswa, komunitas, dan relawan untuk berkegiatan bersama anak-anak.

Namun, kesempatan tersebut tidak langsung datang. Sebagai rumah literasi yang berdiri secara mandiri, keberadaan Rumah Literasi Tambaksogra sempat belum banyak diketahui oleh komunitas maupun mahasiswa yang ingin melakukan kegiatan sosial. 

Banyak kegiatan sosial lebih sering menyasar ke tempat-tempat yang sudah dikenal. Padahal, menurut Fatiah, kebutuhan anak-anak tidak selalu berbentuk bantuan materi. Pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan bertemu dengan orang-orang baru juga menjadi sesuatu yang penting.

Fatiah menyadari adanya keterbatasan. Sebagai seorang ibu rumah tangga, jejaring yang dimiliki belum seluas orang-orang yang aktif dalam berbagai kegiatan. Karena itu, setiap komunitas atau relawan yang datang diharapkan dapat mengenalkan Rumah Literasi kepada orang lain.

Dalam sekitar dua hingga tiga tahun terakhir, Fatiah melihat antusiasme komunitas mulai meningkat. Beberapa komunitas mulai datang dan melakukan kegiatan bersama anak-anak. Aktivitas Rumah Literasi di media sosial juga membantu memperkenalkan keberadaannya.

β€œKalau ada mahasiswa atau komunitas yang masuk, anak-anak dapat ilmu, pengalaman, dan teman-teman baru, serta wawasan lebih luas, motivasi juga lebih tinggi,” ujar Fatiah.

Salah satu pengalaman itu hadir melalui kegiatan outing class ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi tentang literasi keuangan, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar di luar lingkungan yang selama ini mereka kenal. 

Dari Ruang Tamu ke Ruang Impian

Kini, lahan di depan rumah menjadi bagian penting dari perjalanan Rumah Literasi Tambaksogra. Jika sebelumnya anak-anak harus berbagi ruang tamu untuk belajar, membaca, bermain, serta mengurus peminjaman buku, kini tersedia ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan.

Perubahan itu bukan sekadar soal bertambahnya tempat. Bagi Fatiah, lahan tersebut merupakan bagian dari mimpi yang tumbuh sejak Rumah Literasi masih bermula sebagai rumah baca pada 2016.

Bagi Rumah Literasi Tambaksogra, buku tetap menjadi bagian dari perjalanan. Tetapi perjalanan itu tidak berhenti ketika halaman terakhir sebuah buku ditutup. Di ruang yang semakin terbuka itu, anak-anak juga diajak belajar dari pengalaman, dari orang-orang baru, dan dari dunia yang berada di luar lingkungan mereka sehari-hari.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme