
Purwokerto β Suasana halaman Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), berubah riuh setelah rangkaian wisuda selesai, Rabu, 9 September 2026. Kerumunan mahasiswa memadati area sekitar gedung untuk merayakan kelulusan bersama rekan-rekan yang baru menyelesaikan masa studinya.
Sorakan terdengar bersahutan di tengah kerumunan. Mahasiswa mengangkat tangan, bernyanyi, dan meneriakkan yel-yel sambil bergerak mengikuti suasana. Sejumlah ponsel terangkat di antara kerumunan, digunakan untuk merekam maupun mengabadikan momen perayaan tersebut.
Bendera organisasi dan atribut mahasiswa tampak dikibarkan di tengah massa. Warna dan bentuk bendera yang beragam berpadu dengan barisan toga para wisudawan, menciptakan pemandangan yang khas dari perayaan kelulusan mahasiswa. Kepulan asap juga terlihat menyelimuti sebagian area, menambah kesan semarak pada momen tersebut.
Mahasiswa dari semua Fakultas di Unsoed, terutama dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang bisa membangun euforia. Namun, suasana perayaan tidak hanya menjadi milik satu atau dua kelompok. Para mahasiswa berkumpul, saling menyapa, bernyanyi, dan memberikan ucapan selamat kepada teman-teman mereka yang telah menyelesaikan pendidikan.
Di tengah keramaian, beberapa wisudawan tampak masih mengenakan toga dan perlengkapan wisuda. Mereka berbaur dengan teman-temannya sambil mengabadikan suasana melalui kamera ponsel. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menikmati waktu bersama sebelum para wisudawan meninggalkan lingkungan kampus.
Ardi, salah seorang mahasiswa FISIP yang ikut berada dalam kerumunan, mengatakan bahwa suasana setelah wisuda menjadi momen yang ditunggu karena mahasiswa dapat berkumpul kembali bersama teman-temannya.
βRasanya campur aduk. Senang bisa ikut merayakan, apalagi melihat teman-teman akhirnya selesai juga. Jadi sekalian menikmati momen sebelum semuanya kembali ke kesibukan masing-masing,β ujarnya.
Perayaan terus berlangsung dengan sorakan, nyanyian, dan kibaran bendera hingga kerumunan perlahan membubarkan diri. Bagi para mahasiswa yang hadir, kemeriahan tersebut menjadi bagian dari kenangan perpisahan sekaligus penanda berakhirnya salah satu perjalanan mereka di bangku perkuliahan.
Penulis: Muhammad Nollan Fatwa
