
Basreng chili oil. (Foto: Pinterest)
PEMALANG — Inovasi jajanan kekinian itu tidak melulu berpusat di perkotaan. Di Desa Kuta, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sajian Basreng Chili Oil sukses memikat lidah warga dan menjelma menjadi tren kuliner baru.
Jajanan yang diproduksi di warung sederhana milik Marwati yang akrab disapa Mba Mang ini berhasil mendobrak stereotip basreng yang umumnya identik dengan tekstur keras dan garing. Alih-alih digoreng garing, basreng di sini disajikan dengan cara digoreng basah yang menghasilkan tekstur lembut dan kenyal. Pembeli bahkan boleh memilih tingkat kematangan sesuai selera, mulai dari basah hingga kering renyah.
Kekayaan tekstur tersebut disempurnakan dengan siraman chili oil melimpah yang berpadu kuat dengan irisan daun jeruk segar. Kehadiran menu ini sekaligus membuktikan adaptasi cepat pelaku UMKM terhadap tren kuliner masa kini. Basreng chili oil sejatinya merupakan hasil perkawinan silang antara camilan khas Sunda era 1980-an dengan cocolan pedas asal Tiongkok, yang popularitasnya meledak di media sosial dan kini disesuaikan dengan lidah lokal.
Menariknya, tampilan bumbu merah pekat yang biasa diidentikkan dengan rasa pedas dan panas yang luar biasa itu ternyata sama sekali tidak menyiksa pencernaan.
“Bumbunya memang merah banget dan chili oil-nya melimpah, tapi pedasnya itu pedas nikmat. Saya yang kebetulan ada sering (kumat) asam lambung dan tidak bisa makan pedas, tapi saya tidak apa-apa saat makan ini, perut sama sekali tidak terasa panas,” ungkap Anika, salah satu pelanggan setia.
Strategi harga yang sangat merakyat juga menjadi alasan utama tingginya antusiasme pembeli. Konsumen bisa membeli jajanan ini mulai hanya Rp2.000. Jika membeli seharga Rp10.000, porsi yang didapatkan sudah sangat memuaskan.
Tingginya antusiasme warga terhadap Basreng Chili Oil ini paling terasa setiap sore hari, terutama di kalangan anak-anak desa setempat.
“Kalau sehabis Asar, warung pasti langsung dirubung sama bocah-bocah yang baru bubar mengaji. Makanya kadang bikin agak lama kalau harus mengantar pesanan ke luar,” ujar Marwati saat berbincang santai sembari menyiapkan pesanan, Kamis (10/9).
Marwati juga menyediakan kemudahan akses pemesanan bagi pelanggan yang enggan mengantre di warung melalui WhatsApp. Pembeli cukup mengirimkan pesan, dan hidangan akan diantar langsung sampai ke depan pintu tanpa tambahan ongkos kirim khusus pengiriman area desa.
Kombinasi rasa yang bersahabat di perut, harga super ekonomis, serta kepraktisan order via WhatsApp ini menjadikan Basreng Chili Oil ala Desa Kuta sebagai jajanan lokal yang wajib direkomendasikan.
Reporter: Fauzan Haris Wiarso | Editor: Handaru Arya Adhyasta
