
Dokumentasi Agus Sulistiyo memberikan penjelasan mengenai budidaya tanaman alpukat kepada peserta dalam kegiatan edukasi pertanian di Banyumas. (Sumber: Dokumentasi pribadi)
Banyumas– Di tengah minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, Agus Sulistiyo justru melihat peluang dari tanaman buah-buahan. Pria yang akrab disapa Tio itu menjalankan perannya sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat sekaligus mengembangkan usaha pembibitan alpukat dan durian.
Sebagai penyuluh di bawah Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI, Tio tidak hanya memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam bidang kehutanan. Di luar tugas tersebut, ia juga menekuni pembibitan dan budi daya tanaman buah, terutama alpukat.
“Saya bergelut di bidang tanaman buah-buahan seperti alpukat dan durian. Ada juga tanaman lain serta pengembangan di beberapa jenis tanaman lainnya,” ujar Tio.
Tio mulai mengembangkan usahanya sejak 2018 menggunakan modal sendiri. Ia mempelajari proses pembibitan secara bertahap, mulai dari penyambungan pucuk hingga perawatan bibit. Baginya, menjalankan usaha pertanian tidak cukup hanya dengan modal, tetapi membutuhkan proses belajar dan ketekunan.
Kini, usaha pembibitan yang dijalankan Tio juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Pelanggannya tidak hanya berasal dari masyarakat umum dan petani, tetapi juga sejumlah tamu dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat dan tokoh pemerintahan. Beberapa di antaranya berasal dari kalangan perwira tinggi seperti Brigjen, anggota DPRD, hingga pejabat dari berbagai instansi dinas. Menurut Tio, kedatangan para tamu tersebut menjadi bagian dari interaksi sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan potensi budidaya alpukat yang dikembangkannya.
Salah satu varietas yang menjadi perhatiannya adalah alpukat Lilin Singkawang. Menurut Tio, varietas tersebut memiliki keunggulan karena relatif cepat berbuah dan dapat beradaptasi di berbagai kondisi lahan.
“Lilin Singkawang itu terbukti paling genjah. Genjah itu artinya cepat sekali berbuah dan tanpa menunggu musim,” ungkapnya.
Ketertarikannya terhadap alpukat juga didorong oleh potensi tanaman tersebut di Indonesia. Menurutnya, kondisi iklim Indonesia memungkinkan berbagai varietas alpukat untuk dikembangkan. Namun, pemilihan varietas tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan dan ketinggian tempat.
Bagi Tio, usaha alpukat tidak berhenti pada penjualan bibit. Ia ingin mengembangkan konsep dari hulu hingga hilir dengan mendampingi petani mulai dari pembibitan, budi daya, hingga pemasaran hasil panen.
“Kalau untuk ke depannya kita malah justru kepengennya itu hulu sampai hilir,” ujarnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan harapannya agar Banyumas tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian, tetapi juga mampu berkembang sebagai sentra alpukat. Ia berharap semakin banyak petani yang mengembangkan komoditas tersebut dengan dukungan pendampingan dan pemasaran yang baik.
Meski melihat peluang yang besar, Tio menyadari bahwa usaha pertanian memiliki berbagai tantangan. Cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pembibitan dan budi daya. Karena itu, ia terus berupaya menyesuaikan teknik perawatan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pengalamannya selama mengembangkan usaha membuat Tio tidak melihat pertanian sebagai pekerjaan yang identik dengan kegiatan mencangkul. Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
“Pertanian itu tidak harus pakai cangkul. Banyak sekali komoditas dalam pengembangan teknologi ini, seperti hidroponik dan lain-lain, yang tidak bisa diremehkan hasilnya,” ujarnya.
Melalui aktivitas sebagai penyuluh sekaligus penggiat alpukat dan banyak mengisi seminar ataupun menjadi pemateri, Tio berharap semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Baginya, ketekunan dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting dalam membangun usaha pertanian.

Agus Sulistyo ketika melakukan wawancara bersama Kick Andy (Andy F. Noya) (Sumber:Dokumentasi Pribadi)
Untuk lebih mengenal profil tokoh berikut, video wawancara dengan narasumber:
Media sosial Go Green Avocado: https://www.tiktok.com/@goo_green75?_r=1&_t=ZS-99wanxllAZR
Penulis: Bagus Windu Aji
Editor: Aziz Syaifulloh
