
BANYUMAS, sudutnalar.com β Tradisi perlon muludan masih terus dijaga oleh masyarakat Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Tradisi yang dilaksanakan setiap bulan Mulud tersebut menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam mempertahankan adat peninggalan leluhur.
Masyarakat mengikuti kegiatan dengan berjalan kaki dari Desa Pekuncen menuju Adipala sembari membawa bahan makanan yang akan digunakan untuk kegiatan syukuran. Tradisi tersebut tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga masyarakat dari desa lain yang turut meramaikan rangkaian kegiatan.
Salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Bapak Marso, menjelaskan bahwa Perlon Muludan merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat. Menurutnya, acara tersebut menjadi bagian dari adat yang perlu terus dijaga keberadaannya agar tidak punah.
βIni merupakan naluri adat dari nenek moyang yang masih dijaga sampai sekarang. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin kerukunan antarwarga,β ujar Marso.
Tradisi Perlon Muludan yang rutin digelar setiap bulan Mulud ini menjadi simbol kebersamaan warga. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Kebersamaan yang terjalin dalam perjalanan maupun kegiatan syukuran menjadi nilai penting yang terus dipertahankan oleh masyarakat Pekuncen.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan tradisi Perlon Muludan bukan hanya sekadar kegiatan adat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dikenalkan dan dijaga agar tetap berlangsung di masa mendatang.
Penulis: Yulia Avriani
Editor: Zulfa Kamila O
