sudutnalar.com, 22 September 2026

PURWOKERTO, SUDUTNALAR — Bagi Noval Cahyo Pradito, menulis bukan sekadar menghasilkan karya, tetapi juga menjadi cara untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Penulis sekaligus mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman ini mulai mengenal dunia menulis sejak sekolah dasar. Ketertarikan tersebut terus berkembang seiring waktu hingga dirinya menghasilkan berbagai karya. Salah satunya adalah Senandika Nusantara, karya terbaru yang sudah diterbitkan pada Januari 2026.
Ketertarikan Noval terhadap dunia kepenulisan mulai diwujudkan ketika duduk di bangku SMP. Saat itu, karya pertamanya adalah cerita pendek berjudul Malaikat Tak Bersayap yang mengisahkan sosok seorang ibu. Cerita tersebut beberapa kali diperlombakan hingga Noval meraih kemenangan dan karyanya dipublikasi melalui BAZNAS TV. Pengalaman tersebut membuat Noval yakin untuk terus menyelami dunia kepenulisan.
Memasuki jenjang SMA, Noval tetap mengembangkan minatnya dengan menulis melalui berbagai platform digital, salah satunya Wattpad. Beberapa guru memberikan dukungan untuk Noval mengikuti pelatihan menulis cerpen dan puisi. Dukungan tersebut membuat Noval semakin berani untuk terus mengembangkan minatnya dalam bidang kepenulisan.
Ketika memasuki dunia perkuliahan, Noval mulai menghadapi tantangan dalam membagi waktu. Ia memanfaatkan waktu istirahat pada malam hari untuk menuangkan ide tulisannya. Selain menulis, ia juga menyempatkan waktunya membaca untuk mencari referensi. Baginya, membaca dan menulis adalah dua hal yang saling berkaitan karena dapat memperluas wawasan serta melatih kemampuan komunikasi. Perjuangan Noval tidak berhenti pada persoalan waktu. Keterbatasan dana juga menjadi tantangan ketika ia ingin menerbitkan buku fisik. Ia menyadari bahwa dana yang dikeluarkan tidak sedikit, sementara keuntungan yang diterima penulis belum tentu besar. Untuk menghadapi persoalan tersebut, Noval mulai menyisihkan uangnya bahkan sejak masih SMA. Baginya, menabung merupakan salah satu cara mempersiapkan diri agar gagasan yang tersimpan dalam tulisan dapat diwujudkan menjadi karya yang diterbitkan.
Perjalanannya sebagai penulis membuat Noval menydari bahwa bahan tulisan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga memandang karya tulis sebagai cara untuk meninggalkan jejak dari kehidupan seseorang. Oleh karena itu, ia memilih untuk terus menulis dan mengabadikan gagasan dari pemikiran maupun pengalamannya.
Noval berharap pengalamannya dapat menjadi dorongan bagi orang yang masih ragu untuk menuangkan gagasan.. Menurutnya, keberanian untuk menulis muncul dari sesuatu yang sederhana. “Mulai aja nulis”, ujarnya.
Penulis: Farah Celsea
Editor: Avrigh Aprilia M
