Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Perjalanan Muhammad Haikal Fikri, Berawal dari Kepedulian Hingga Jadi Penggerak Ribuan Relawan di Banyumas

Posted on September 23, 2026September 23, 2026 by zulfa izaz
Penerimaan penghargaan pada Hari Pendidikan Nasional 2026.
Sumber foto: Dokumentasi pribadi narasumber

PURWOKERTO, SudutNalar – Kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat mendorong Muhammad Haikal Fikri, mahasiswa Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU), untuk terlibat dalam pengabdian masyarakat. Ia kemudian  mendirikan komunitas Pemuda Pemudi Mengabdi (PPM) Banyumas, yang kini mengelola berbagai program di sektor pendidikan, lingkungan, dan kesehatan mental.

Perjalanan Haikal di dunia relawan dimulai ketika ia bergabung dalam program Gudang Sinau Mengajar batch 3  pada 2023 untuk mengisi waktu pergantian semester. Pengalaman itu berlanjut saat ia dipercaya menjadi ketua dalam program Gudang Sinau Mengajar batch 4. Setelah aktif dalam program tersebut, ia kembali terlibat sebagai wakil ketua dalam program Senyum Anak Nusantara (SAN) Chapter Purwokerto.

Dari serangkaian pengalaman tersebut, lahirlah program Relawan Generasi Cerdas (REGEN C). Program ini tumbuh di tengah isu Indonesia Cemas. Haikal bersama sejumlah temannya memilih mengambil jalan berbeda yaitu melalui gerakan sosial dan kegiatan nyata.

“Gerakan retorika itu masih kurang. Jadi, saya dan beberapa teman menginisiasi program Relawan Generasi Cerdas,” jelas Haikal dalam sebuah wawancara.

Potret Relawan Generasi Cerdas 
Sumber foto: Divisi Social Media REGEN C

REGEN C kemudian berkembang dari beberapa pelaksanaan program. Pada musim pertama, program ini bekerja sama dengan Kementerian Agama dan menjangkau 24 lokasi mengajar. Musim kedua difokuskan pada sekolah inklusi dan anak-anak berkebutuhan khusus. Sementara itu, musim ketiga melibatkan 375 relawan yang tersebar di 42 lokasi.

Usai menyelesaikan musim ketiga, Haikal memutuskan untuk tidak melanjutkan program tersebut di bawah SAN dan mendirikan PPM Banyumas sebagai langkah lanjutan dari pengabdiannya terhadap dunia pendidikan dan kegiatan relawan.

Saat ini, PPM Banyumas hadir sebagai bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata. PPM Banyumas berkonsentrasi pada tiga aspek, yaitu pendidikan, lingkungan, dan kesehatan mental. Menurut Haikal, ketiga aspek tersebut masih menjadi tantangan besar di kalangan pemuda.

Di sektor pendidikan, PPM melaksanakan program Lapak Baca Gratis di Alun-Alun Purwokerto yang menarik 20 hingga 40 pengunjung, program Edutrip ke lokasi bersejarah di Banyumas, dan PPM Mengajar yang menargetkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) serta panti asuhan. PPM juga sedang merintis pendirian sekolah di salah satu daerah di Banyumas.

Dalam aspek lingkungan, PPM memiliki berbagai program, seperti Relawan Generasi Bumi (REGEN B) yang fokus pada sanitasi dan pengurangan sampah, Eco Camp yang membahas pengelolaan sampah, Trash Walking, dan Banyumas Resik Bareng (BARENG). 

Sedangkan di bidang kesehatan mental, PPM mengadakan Lapak Baca Gratis, seminar di sekolah, dan layanan curhat daring  dengan rencana perluasan ke lembaga masyarakat serta panti asuhan.

Dalam melaksanakan berbagai program tersebut, Haikal menghadapi dua tantangan utama, yaitu komunikasi antarrelawan dan keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hal tersebut, PPM menerapkan sistem koordinasi berjenjang agar komunikasi lebih terstruktur.

Ke depan, Haikal berharap PPM Banyumas dapat terus berkembang menjadi komunitas yang dipercaya dalam menggerakkan aksi sukarela serta mampu menjalin kerja sama dengan lebih banyak pemuda, masyarakat, dan instansi lainnya. Bagi Haikal, keterlibatan dalam kegiatan sukarela tidak hanya menjadi sarana untuk membantu orang lain, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak muda untuk berkembang dan memberikan manfaat.

Kepada generasi muda yang merasa ragu untuk terjun ke aksi sukarela, Haikal berpesan, “Coba terlebih dahulu, kita tidak akan pernah tahu hasilnya sebelum benar-benar mencoba,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa menjadi penggerak sosial adalah bentuk tanggung jawab serta panggilan untuk menebar manfaat kepada sesama.

Penulis: Dania Anggita Nirmalaningtyas | Editor: Cahya Anggraeni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme