sudutnalar.com, 9 Oktober 2026
Oleh : Asya Sahitya Firdaniza

PURWOKERTO, SUDUTNALAR – Pada pagi yang cerah, Siti Ayuningrum (22), yang akrab disapa Ayu, berdiri di antara deretan komputer di ruang kelas, mendampingi murid yang sedang belajar. Sesekali ia menghampiri meja murid, memperhatikan pekerjaan mereka, lalu membantu ketika mereka mengalami kesulitan. Perempuan yang kini menjadi guru komputer di SD Islam Al Hikmah Sempor, Kebumen, itu menjalani profesinya setelah melewati perjuangan panjang yang membentuk dirinya sebagai seorang pendidik.
Menjadi guru bukanlah perjalanan yang ditempuh Ayu dengan mudah. Sebelum berdiri di depan kelas, ia telah melewati berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan ekonomi, kehilangan ibu sejak kecil, perjuangan mempertahankan pendidikan, kegagalan mengikuti seleksi sekolah kedinasan, hingga membagi waktu antara bekerja dan kuliah.
Awalnya, Ayu hidup di Jakarta. Ketika duduk di kelas 3 SD, ia kehilangan ibunya, sementara adiknya saat itu baru berusia 30 hari. Setelah kepergian sang ibu, Ayu pindah ke Kemukus, Kebumen, bersama ayah dan adik. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di lingkungan baru tersebut, Ayu melanjutkan pendidikannya dalam kondisi serba sederhana.
Saat bersekolah di SMP Negeri 1 Gombong, Ayu mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi sekolah. Ia juga dipercaya menjadi mayoret dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Pengalaman tersebut membuat kepercayaan dirinya semakin berkembang dan mendorongnya berani tampil di depan banyak orang.
Setelah lulus SMP, Ayu melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Gombong. Ia kembali aktif dalam berbagai kegiatan dan berhasil menjadi salah satu peserta Pasukan Pengibar Bendera tingkat Kabupaten Kebumen. Latihan fisik, baris-berbaris, serta kedisiplinan yang harus dijalani tidak membuatnya mundur.
“Saya ingin membuktikan bahwa anak tukang becak juga bisa berprestasi,” tegas Ayu.
Setelah lulus SMA pada 2022, Ayu sudah tiga kali mengikuti seleksi sekolah kedinasan, tetapi belum lolos. Kegagalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam perjalanan hidupnya. Meski demikian, Ayu tidak berhenti mencari jalan lain.
Ayu mulai mencari penghasilan dengan memberikan les privat, mengajar, dan membuka les renang. Kegiatan tersebut tidak hanya membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberinya pengalaman dalam mengajar. Dari pengalaman itu, ketertarikannya pada dunia pendidikan semakin kuat. Pada 2024, Ayu mulai mengajar sebagai guru di SD Islam Al Hikmah Sempor, Kebumen.
Di tengah kesibukannya bekerja sebagai guru, Ayu tetap melanjutkan pendidikan. Ia kuliah di Universitas Terbuka mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Saat ini, Ayu telah memasuki semester 5 dan menjalani perannya sebagai guru sambil tetap menempuh pendidikan.
Menjalani kuliah sambil bekerja membuat Ayu harus pandai membagi waktu. Ia harus menjalankan tanggung jawab sebagai guru, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, dan tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya membiayai kuliahnya sendiri, Ayu juga berusaha membantu membiayai pendidikan adiknya. Penghasilan yang diperolehnya dari bekerja digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sekaligus membantu pendidikan adiknya.
Ayu juga berhasil membeli sepeda motor dan ponsel dari hasil kerja kerasnya sendiri. Baginya, kemandirian bukan hanya tentang mampu memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga memberikan dukungan kepada orang-orang yang berarti dalam hidupnya.
Tantangan lain pernah ia hadapi ketika menjadi pendamping anak berkebutuhan khusus. Ia menghadapi pengalaman yang tidak mudah selama menjalankan pekerjaan tersebut. Namun, Ayu tidak menyerah. Pengalaman itu justru menjadi pembelajaran baginya dalam memahami berbagai karakter anak.
“Mau bagaimana lagi, mungkin memang sudah takdir saya menjadi guru. Jadi, saya jalani saja dan terus berusaha menjadi guru yang baik,” ujar Ayu
Bagi Ayu, menjadi guru bukan hanya tentang mengajar di depan kelas. Seorang guru juga harus mau terus belajar, memahami karakter siswa, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran.
