
PURWOKERTO β Penyulutan obor dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi momentum yang berkesan bagi pegawai RRI Purwokerto. Selain menjadi agenda tahunan, prosesi tersebut dinilai memiliki makna khusus sebagai bagian dari perjalanan panjang RRI selama 81 tahun.
Reporter RRI Purwokerto, Yanuar, mengatakan terdapat sejumlah hal yang membuat prosesi penyulutan obor tahun ini terasa berbeda. Salah satunya terlihat dari iring-iringan pembawa obor yang lebih banyak dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Para pembawa obor juga mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
βTentu sangat berkesan, karena ini momen yang sakral bagi RRI terutama, bagaimana para pembawa obor ini melangkah, bagaimana mengikuti ketukan lagu yang menjadi pengiring, lalu saat obor dinyalakan, sampai para pembawa obor ini kembali ke tempatnya masing-masing,β ujar Yanuar.
Menurutnya, penyulutan obor tidak hanya menjadi seremoni dalam peringatan HUT RRI. Momentum tersebut juga menjadi pengingat atas perjalanan RRI yang telah mengudara selama 81 tahun, atau sepanjang usia bangsa Indonesia.
Yanuar menilai bertambahnya usia RRI juga harus diikuti dengan kematangan dalam menghadapi perkembangan zaman. Di tengah perubahan dari era radio menuju era digital, RRI dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi, termasuk menghadirkan program yang tidak hanya mengejar popularitas, tetapi juga memberikan manfaat dan edukasi kepada masyarakat.
βJadi harus terus berinovasi, beradaptasi, juga menghadirkan program yang tidak hanya mengejar viral, tapi memang program yang bermanfaat bagi masyarakat, mengedukasi,β katanya.
Ia menambahkan, peran RRI sebagai media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penjernih informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Menurut Yanuar, masyarakat saat ini dihadapkan pada begitu banyak informasi, sehingga membutuhkan media yang dapat menyajikan informasi berdasarkan fakta dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, RRI juga memiliki peran dalam mengawal kehidupan demokrasi melalui pemberitaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan antara lain dengan memberikan ruang bagi informasi, kritik, serta pandangan dari masyarakat, akademisi, maupun pakar terkait berbagai kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan.
Memasuki usia ke-81, Yanuar berharap RRI tidak hanya sekadar tetap eksis, tetapi mampu menjadi media rujukan bagi masyarakat di tengah derasnya arus informasi.βTidak hanya eksis tapi bisa bermakna, baik siarannya, layanannya, bisa jadi media rujukan di tengah banjirnya informasi di tengah kita saat ini,β pungkasnya.
