Penulis: Damia Sifa Aulia Romansyah
Editor: Cintya Auliyanti
SudutNalar, 26 September 2026

MANGUNJAYA, SudutNalar—Penurunan penjualan menjadi tantangan bagi Fuji Riswansyah, pedagang sayur keliling di Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Selama tujuh tahun berjualan, ia menghadapi berkurangnya jumlah pembelian pelanggan dan kendala perputaran modal akibat utang pelanggan.
Fuji menjajakan sayuran, buah-buahan, dan jajanan pasar menggunakan mobil. Ia berkeliling di wilayah Mangunjaya, termasuk Desa Jangraga dan Desa Sinangjaya. Stok sayuran diperolehnya dari Banjarsari.
Dalam menentukan harga jual, Fuji mengambil selisih sekitar Rp1.000 dari harga pembelian. Tomat dibeli seharga Rp5.000 per kilogram dan dijual Rp6.000 per kilogram. Sementara itu, kangkung dibeli Rp3.000 per ikat dan dijual Rp4.000 per ikat.
“Meskipun harga tidak menentu, saya tetap mengambil keuntungan sebesar Rp1.000,” ujar Fuji.
Dari selisih tersebut, Fuji menggunakan Rp500 untuk bensin dan Rp500 untuk makan sehari-hari. Ia juga menyesuaikan harga dengan ketersediaan barang.
“Harga barang itu tergantung stoknya. Kalau barangnya banyak, harganya murah. Kalau langka, jadi mahal.” jelasnya.
Fuji mengaku mengalami penurunan penjualan. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau. Jumlah pembelian pelanggan yang sebelumnya mencapai satu kilogram kini berkurang menjadi sekitar setengah kilogram.
“Mengalami penurunan karena mungkin musim kemarau,” ungkapnya.
Selain penurunan penjualan, banyaknya utang pelanggan menjadi kendala dalam menjalankan usaha. Pembayaran yang tertunda membuat modal untuk membeli stok berikutnya berkurang. Cuaca hujan juga menjadi hambatan selama berjualan.
Di sisi lain, keberadaan pedagang sayur keliling memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pembeli tidak perlu pergi ke pasar atau mengeluarkan biaya transportasi karena Fuji mengantarkan dagangannya langsung kepada pelanggan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Fuji berharap kondisi ekonomi masyarakat membaik dan harga kebutuhan sehari-hari lebih terjangkau.
“Harapan saya, mudah-mudahan ke depannya harga stabil dan kondisi ekonomi masyarakat lebih baik, sehingga kebutuhan sehari-hari bisa lebih terjangkau,” tuturnya.
