sudutnalar.com, 29 September 2026

TEGAL, SUDUTNALAR – Berbagai program pendampingan menuju perguruan tinggi yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Dukuhwaru dinilai membantu siswa dalam menentukan pilihan studi dan proses pendaftaran kuliah. Tes bakat minat, sosialisasi perguruan tinggi, hingga expo campus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan arahan kepada siswa kelas XII. Namun, efektivitas program-program tersebut ternyata dirasakan berbeda oleh setiap siswa.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA Negeri 1 Dukuhwaru, Endah Dwiyanti, mengatakan bahwa sekolah secara rutin melaksanakan sosialisasi, tes bakat minat, expo campus, bimbingan pemilihan jurusan, serta pendampingan pendaftaran perguruan tinggi. Menurut Endah, program-program tersebut bertujuan membantu siswa memilih jurusan sesuai minat, bakat, dan peluang yang dimiliki.
“Pendampingan dari guru BK dilakukan agar jurusan yang diambil tidak hanya sekadar ikut-ikutan teman, tetapi sudah sesuai dengan bakat, minat, dan peluang yang ada,” ujar Endah.
Tes bakat minat menjadi salah satu program rutin yang dilaksanakan setiap tahun untuk membantu siswa mengenali potensi diri sebelum menentukan pilihan studi. Selain itu, sekolah juga mengadakan expo campus dengan menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi informasi dan pengalaman perkuliahan kepada siswa. Untuk memperkuat pendampingan yang telah berjalan, SMA Negeri 1 Dukuhwaru juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar Neutron pada tahun ini.
Penilaian terhadap program tersebut disampaikan oleh Riftianada Yunica Putri, alumni SMA Negeri 1 Dukuhwaru yang kini menempuh pendidikan di Universitas Pancasakti Tegal. Menurut Putri, bimbingan dan konsultasi pribadi dengan guru BK menjadi program yang paling membantu dalam menentukan pilihan studi. Selain itu, expo campus juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh informasi langsung dari mahasiswa.
“Menurut saya yang paling membantu adalah bimbingan atau konsultasi pribadi dengan guru BK. Expo campus juga membantu karena kami bisa berinteraksi langsung dengan kakak-kakak yang sudah kuliah,” ujar Putri.
Ia menilai tes bakat minat tidak terlalu membantu dalam menentukan jurusan yang dipilih. Namun, program tersebut tetap memberikan manfaat karena membantunya mengenali karakteristik dan potensi diri.
“Tes bakat minat menurut saya tidak terlalu membantu dalam menentukan jurusan. Namun, dengan adanya program tersebut saya dapat memahami karakteristik dan potensi diri saya,” ujar Putri.
Pengalaman berbeda disampaikan Maykaila Prima, alumni SMA Negeri 1 Dukuhwaru yang saat ini berkuliah di Universitas Diponegoro. Menurut Prima, sosialisasi dan pengarahan dari guru BK menjadi program yang paling berpengaruh dalam proses menuju perguruan tinggi.
“Menurut saya, yang paling membantu adalah sosialisasi dan pengarahan dari guru BK mengenai perguruan tinggi. Guru BK juga membantu dalam proses pendaftaran, sehingga saya yang awalnya belum terlalu minat kuliah akhirnya menjadi lebih terdorong untuk mendaftar,” ujar Prima.
Ia menilai tes bakat minat tetap memberikan gambaran mengenai minat dan kemampuan siswa. Namun, hasil tes tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap keputusan yang diambilnya karena memilih jurusan lintas bidang.
Berdasarkan pengalaman kedua alumni, program pendampingan yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Dukuhwaru cukup efektif dalam membantu siswa memperoleh informasi, menentukan pilihan studi, dan menjalani proses pendaftaran ke perguruan tinggi. Namun, efektivitas setiap program tidak selalu sama bagi setiap siswa. Bimbingan guru BK, sosialisasi, dan expo campus dinilai memberikan manfaat yang lebih besar dalam proses pencarian informasi dan penentuan pilihan studi, sedangkan tes bakat minat lebih berfungsi sebagai sarana pengenalan potensi diri.
Penulis : Nagita Zulfa
Penyunting : Ladina Lintang Vania
