Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Pantau Suhu Pesisir Sodong, Mahasiswa FPIK Manfaatkan Mikrokontroler ESP8266

Posted on September 29, 2026 by Ardita Nadine

(Sumber: Regita Adya)

BANYUMAS, SUDUTNALAR — Pemantauan parameter cuaca di wilayah pesisir menjadi bagian penting dalam kajian ilmu kelautan. Hal tersebut diterapkan langsung oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman melalui penggunaan instrumen pemantau suhu dan kelembapan berbasis mikrokontroler ESP8266.

Pemanfaatan alat ini dilakukan oleh Regita Adya (19), mahasiswa Ilmu Kelautan Unsoed, yang mengoperasikan instrumen tersebut bersama kelompoknya dalam rangkaian praktikum mata kuliah Instrumen Kelautan.

Penggunaan dan perangkaian alat ini berlangsung di Laboratorium Teknologi Kelautan FPIK Unsoed sejak 22 Oktober hingga 28 November 2025. Instrumen ini mengintegrasikan mikrokontroler ESP8266 dengan sensor SHT31, modul waktu Real-Time Clock (RTC) DS3231, layar OLED, modul SD card, dan LED indikator yang terpasang dalam casing hasil cetak 3D dengan pelindung pipa paralon untuk sensor.

“Mikrokontroler ESP8266 ini berfungsi mengatur seluruh rangkaian, membaca data dari sensor SHT31, dan menyimpan hasilnya ke SD card tanpa perlu koneksi internet,” ujar Regita. Ia menambahkan bahwa alat ini juga menampilkan waktu, tanggal, suhu, serta kelembapan pada layar OLED, lengkap dengan LED indikator.

Sebelum digunakan untuk pengambilan data utama, alat dikalibrasi terlebih dahulu dengan membandingkan pembacaan sensor terhadap data suhu dan kelembapan di ponsel selama lima menit, lalu selisihnya dimasukkan sebagai offset dalam program C++ melalui Arduino IDE. Uji lapangan kemudian dilaksanakan di Pantai Sodong pada 29 November 2025.

Saat di lapangan, alat dinyalakan untuk membaca kondisi udara secara otomatis. Data dibaca setiap satu detik dan disimpan ke SD card dalam berkas CSV setiap 10 detik. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk dibuat grafiknya.

Selama proses penggunaan, terdapat kendala teknis, seperti pembacaan sensor yang belum stabil saat kalibrasi, hingga risiko reset waktu pada RTC jika daya terputus. Mikrokontroler ESP8266 memiliki kelebihan tersendiri, antara lain harganya terjangkau, hemat daya, dan memiliki Wi-Fi bawaan. Di balik kelebihan itu juga terdapat kekurangan, yaitu hanya memiliki satu pin analog serta memori yang lebih kecil dibanding ESP32.

Reporter: Novika Lesy Rahmawati

Editor: Nur Syifa Maulidia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme