Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Panembahan Pasir Pari, Situs Budaya yang Menyimpan Sejarah dan Tradisi

Posted on September 16, 2026September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Sudutnalar.com, 14 September 2026 ( 08.14 WIB )

Suasana Situs Panembahan Pasir Pari yang masih terjaga di tengah rimbunnya pepohonan.
Foto: Aris Pambudi

CILACAP, sudutnalar.com—Situs Panembahan Pasir Pari di Dusun Paninggaran, Desa Boja, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, hingga kini masih dirawat dan dihormati oleh masyarakat setempat sebagai warisan sejarah dan budaya. Menurut Sukur selaku juru kunci, masyarakat melakukan ziarah setiap malam Jumat untuk mendoakan para leluhur yang dimakamkan di kawasan tersebut.

Selain menjadi tempat pemakaman sejumlah tokoh, Panembahan Pasir Pari juga memiliki berbagai cerita dan kepercayaan yang masih berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah keberadaan 99 anak tangga yang berkaitan dengan jumlah Asmaul Husna.

Panembahan Pasir Pari terbuka selama 24 jam. Namun, hanya bisa di kunjungi oleh masyarakat umum apabila mendapat izin dari juru kunci. Sebelum memasuki kawasan Panembahan Pasir Pari, terdapat Sumur Kehidupan yang biasa digunakan pengunjung untuk berwudu. Di kawasan tersebut juga terdapat gubuk kecil yang dapat digunakan pengunjung sebagai tempat berteduh.

Selama menjalankan tugas sebagai juru kunci, Sukur mengaku beberapa kali menerima petunjuk dari leluhur melalui mimpi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam menjaga Panembahan Pasir Pari.

Salah satu kisah yang ia bagikan berkaitan dengan seorang pengunjung yang masuk tanpa izin dan mengambil pohon bunga dari kawasan tersebut. Berdasarkan penuturan Sukur, pelaku kemudian jatuh sakit. Pria tersebut akhirnya kembali ke Panembahan Pasir Pari untuk mengembalikan pohon yang diambil sekaligus menyampaikan permohonan maaf.

Setelah itu, Sukur menyuruh orang tersebut mengambil air dari sebuah sumur yang berada di kawasan Pasir Pari. Air tersebut kemudian digunakan untuk membasuh wajah dan diminum. Menurut penuturannya, orang tersebut langsung sembuh di hadapannya.

Sukur juga menjelaskan bahwa menjadi juru kunci Panembahan Pasir Pari tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Menurut kepercayaan yang berkembang, juru kunci sebaiknya berasal dari keturunan juru kunci sebelumnya. Ia menuturkan bahwa pernah ada seseorang yang menjadi juru kunci tanpa berasal dari garis keturunan tersebut dan kemudian sakit-sakitan.

Panembahan Pasir Pari juga berkaitan dengan sejumlah tokoh yang dianggap memiliki peran dalam perkembangan Desa Boja. Salah satu yang paling dikenal ialah Raden Ngabei Arsantaka atau Arsakusuma, yang disebut sebagai putra Adipati Onje II dan keturunan Keraton Surakarta. Ia dikisahkan datang ke Boja dan kemudian memperoleh gelar Ngabei dari Keraton Solo.

Selain Raden Ngabei Arsantaka, terdapat makam Rum Siti, Syeikh Arya Pamot, Mbah Wana Wacana, Raden Jaka Sumbaga, Mbah Ngepek Ngambang, Puspa Wacana, Puspa Laksana, dan Puspa Diprana. Beberapa tokoh disebut memiliki peran dalam perkembangan wilayah Boja, seperti menjaga wilayah dan membuka persawahan.

Selain kisah para tokoh, terdapat pula versi cerita mengenai Boja dan sekitarnya dalam bahasa Sunda yang dikenal sebagai Pangdanggula. Cerita tersebut berkaitan dengan Raja Mataram dan Resi Tunggulmanik.

Berbagai cerita yang berkembang di Panembahan Pasir Pari menjadi bagian dari ingatan dan kebudayaan masyarakat Desa Boja. Meskipun sebagian cerita disampaikan secara turun-temurun, keberadaan situs tersebut hingga kini tetap dijaga. Tradisi ziarah setiap malam Jumat menjadi salah satu bentuk penghormatan masyarakat terhadap tokoh dan leluhur yang dimakamkan di kawasan tersebut.

Penulis: Nesa Aprillia

Editor: Khalisa Anti Meilani


Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme