Zidan Diyaaul Haq
sudutnalar.com, 30 September 2026


Dok. Pribadi Zidan
BANYUMAS, SudutNalar – Pedagang oleh-oleh di kawasan Lokawisata Baturraden mengaku omzetnya tidak lagi meningkat signifikan meski pada hari libur. Salah satu pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di lokasi tersebut, Ida (37), mengatakan kondisi penjualan saat ini jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang omzetnya tidak naik. Dulu saat libur memang naik, tapi sekarang hari libur sama saja seperti hari biasa,” kata Ida saat diwawancarai di lokasi usahanya, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, omzet harian tidak menentu. Kadang dapat, kadang tidak, sepenuhnya bergantung pada ramai atau sepinya pengunjung. “Kalau banyak orang, setidaknya ada harapan. Kalau sepi, tidak ada harapan apa-apa,” ujarnya.
Barang yang paling laris di lapaknya adalah getuk goreng, makanan khas Banyumas. Meski begitu, kesulitan utama yang dihadapi bukan cuaca, melainkan sepinya pembeli. Ida juga mengungkapkan belum mendapatkan bantuan dari pengelola wisata. “Tidak ada bantuan, karena tanah ini bukan milik Pemda. Kami menyewa sendiri,” jelasnya.
Ke depan, ia berharap jumlah pengunjung kembali ramai seperti dulu. Ia juga menyarankan agar promosi Lokawisata Baturraden lebih digencarkan, terutama melalui media sosial.
“Promosi Lokawisata Baturraden perlu ditingkatkan, diperluas, dan diperkuat lagi. Sekarang kan ada media sosial, jadi seharusnya lebih mudah,” harapnya. Kondisi yang dialami Ida mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian pelaku usaha mikro di kawasan wisata Baturraden. Meski destinasi ini masih menjadi andalan Kabupaten Banyumas, penurunan daya tarik wisatawan berdampak langsung pada pendapatan pedagang lokal.
