
(Sabtu 12/09/2026) ( Foto: Fajriati Fatwa Islamiyati)
PURWOKERTO, SudutNalar— Sarapan menjadi salah satu kebutuhan mahasiswa sebelum memulai aktivitas perkuliahan. Di sekitar Universitas Jenderal Soedirman, mahasiswa dapat menemukan berbagai pilihan makanan dengan harga yang terjangkau, salah satunya nasi megono khas Wonosobo.
Nasi megono tersebut dijual oleh Ibu Santi mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Satu porsi nasi megono dipatok Rp5.000, harga yang sangat terjangkau untuk ukuran sarapan di sekitar kampus. Selain nasi megono, tersedia pula berbagai lauk pendamping termasuk tempe kemul khas Wonosobo.
Nasi megono memiliki ciri khas berupa nasi yang dicampur dengan urap sayur dan kelapa parut berbumbu. Sayuran yang digunakan dapat berupa kol, triwis, atau kacang panjang. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa yang dominan manis dan tidak pedas, dengan cita rasa rempah yang terasa dari campuran sayur dan kelapa. Saat disantap, nasi terasa lembap karena tercampur kelapa, tapi tidak basah. Ada sensasi renyah dari irisan kol yang masih segar, sementara rasa manis dari gula jawa muncul di awal, diikuti gurih dari kelapa dan rempah. Cita rasa tersebut berasal dari berbagai bumbu yang digunakan dalam pembuatannya. Kencur, bawang merah, bawang putih, cabai, daun salam, dan lengkuas menjadi bagian dari bumbu yang memberikan aroma dan rasa khas pada nasi megono.

(Sabtu 12/09/2026) ( Foto: Fajriati Fatwa Islamiyati)
Ibu Santi menjelaskan, pembuatan nasi megono diawali dengan menghaluskan bumbu sebelum dimasak bersama kelapa parut. Setelah campuran tersebut matang, nasi kemudian dicampurkan dengan urap sayur dan kelapa berbumbu.
“Bumbunya dihaluskan dulu, seperti kencur, bawang merah, bawang putih, sama cabai. Terus kelapanya dimasak sama bumbu, ditambah garam, penyedap rasa, dan gula jawa. Setelah itu nasi dicampur dengan urapnya,” jelas Ibu Santi.
Selain dapat langsung dicampurkan, nasi dan urap juga dapat dikukus kembali selama sekitar lima menit. Namun, cara tersebut lebih jarang digunakan oleh penjual.
Sebagai pelengkap, nasi megono biasanya disajikan bersama gorengan, terutama tempe kemul. Tempe khas Wonosobo tersebut dibalut dengan adonan tepung berwarna kekuningan sehingga memberikan tambahan rasa gurih saat disantap bersama nasi megono. Bagi mahasiswa yang terburu-buru, kombinasi nasi megono hangat dan tempe kemul renyah jadi pilihan cepat yang mengenyangkan sebelum masuk kelas.
Dengan harga Rp5.000 per porsi dan cita rasa rempah yang khas, nasi megono Wonosobo bukan sekadar pengganjal lapar. Di sekitar Unsoed, kuliner tradisional ini telah menjadi bagian dari identitas sarapan mahasiswa: sederhana, murah, dan mengenyangkan.
Penulis : Fajriati Fatwa Islamiyati J1D025105
Editor : Hanunah Rizqi Mumtaz
