Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Nasi Megono Wonosobo Jadi Sarapan Unik Mahasiswa Unsoed di Grendeng

Posted on September 15, 2026September 15, 2026 by Hanunah Mumtaz

(Sabtu 12/09/2026) ( Foto: Fajriati Fatwa Islamiyati)

PURWOKERTO, SudutNalar— Sarapan menjadi salah satu kebutuhan mahasiswa sebelum memulai aktivitas perkuliahan. Di sekitar Universitas Jenderal Soedirman, mahasiswa dapat menemukan berbagai pilihan makanan dengan harga yang terjangkau, salah satunya nasi megono khas Wonosobo.

Nasi megono tersebut dijual oleh Ibu Santi mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Satu porsi nasi megono dipatok Rp5.000, harga yang sangat terjangkau untuk ukuran sarapan di sekitar kampus. Selain nasi megono, tersedia pula berbagai lauk pendamping termasuk tempe kemul khas Wonosobo.

Nasi megono memiliki ciri khas berupa nasi yang dicampur dengan urap sayur dan kelapa parut berbumbu. Sayuran yang digunakan dapat berupa kol, triwis, atau kacang panjang. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa yang dominan manis dan tidak pedas, dengan cita rasa rempah yang terasa dari campuran sayur dan kelapa. Saat disantap, nasi terasa lembap karena tercampur kelapa, tapi tidak basah. Ada sensasi renyah dari irisan kol yang masih segar, sementara rasa manis dari gula jawa muncul di awal, diikuti gurih dari kelapa dan rempah. Cita rasa tersebut berasal dari berbagai bumbu yang digunakan dalam pembuatannya. Kencur, bawang merah, bawang putih, cabai, daun salam, dan lengkuas menjadi bagian dari bumbu yang memberikan aroma dan rasa khas pada nasi megono.

(Sabtu 12/09/2026) ( Foto: Fajriati Fatwa Islamiyati)

Ibu Santi menjelaskan, pembuatan nasi megono diawali dengan menghaluskan bumbu sebelum dimasak bersama kelapa parut. Setelah campuran tersebut matang, nasi kemudian dicampurkan dengan urap sayur dan kelapa berbumbu.

“Bumbunya dihaluskan dulu, seperti kencur, bawang merah, bawang putih, sama cabai. Terus kelapanya dimasak sama bumbu, ditambah garam, penyedap rasa, dan gula jawa. Setelah itu nasi dicampur dengan urapnya,” jelas Ibu Santi.

Selain dapat langsung dicampurkan, nasi dan urap juga dapat dikukus kembali selama sekitar lima menit. Namun, cara tersebut lebih jarang digunakan oleh penjual.

Sebagai pelengkap, nasi megono biasanya disajikan bersama gorengan, terutama tempe kemul. Tempe khas Wonosobo tersebut dibalut dengan adonan tepung berwarna kekuningan sehingga memberikan tambahan rasa gurih saat disantap bersama nasi megono. Bagi mahasiswa yang terburu-buru, kombinasi nasi megono hangat dan tempe kemul renyah jadi pilihan cepat yang mengenyangkan sebelum masuk kelas.

Dengan harga Rp5.000 per porsi dan cita rasa rempah yang khas, nasi megono Wonosobo bukan sekadar pengganjal lapar. Di sekitar Unsoed, kuliner tradisional ini telah menjadi bagian dari identitas sarapan mahasiswa: sederhana, murah, dan mengenyangkan.

Penulis : Fajriati Fatwa Islamiyati J1D025105

Editor  : Hanunah Rizqi Mumtaz

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme