
Purwokerto, 09 September 2026 β Di tengah keramaian perayaan wisuda di Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), seorang ayah tampak membantu putrinya merapikan toga. Dengan teliti, ia membenarkan posisi toga yang dikenakan putrinya, sementara sang putri menunduk dan menunggu hingga toga tersebut terpasang dengan rapi. Momen sederhana itu berlangsung di tengah keluarga dan para wisudawan yang turut mengabadikan perayaan kelulusan.
Sang ayah kemudian memastikan kembali posisi toga putrinya sebelum mereka melanjutkan sesi foto. Di tengah suasana yang ramai, perhatian tersebut menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kedekatan keduanya pada hari kelulusan.
Bagi Liana, kehadiran sang ayah di hari wisudanya memberikan kesan tersendiri. Ia merasa bahagia sekaligus terharu karena dapat merayakan pencapaiannya bersama orang tua yang selama ini memberikan dukungan selama menjalani perkuliahan.
βRasanya senang dan terharu. Apalagi bisa sampai di titik ini ditemani orang tua. Momen ketika Ayah membantu merapikan toga tadi juga menjadi salah satu hal yang berkesan buat saya,β ujar Liana seusai prosesi wisuda.
Menurutnya, dukungan orang tua telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikannya sejak awal hingga menyelesaikan perkuliahan. Karena itu, wisuda baginya bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan bersama keluarga.
βSelama kuliah, orang tua selalu mendukung saya. Jadi, hari ini bukan hanya tentang saya yang lulus, tetapi juga tentang mereka yang sudah menemani dan mendukung saya sampai sejauh ini,β katanya.
Perayaan wisuda menjadi penanda berakhirnya masa perkuliahan sekaligus awal bagi Beti untuk melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan. Di balik toga yang dikenakannya, terdapat dukungan keluarga yang turut mengiringi prosesnya hingga sampai pada hari kelulusan.
Di tengah riuhnya perayaan wisuda, perhatian seorang ayah kepada putrinya menjadi bagian kecil dari cerita kelulusan Liana. Tindakan sederhana merapikan toga tersebut menjadi kenangan yang melengkapi hari ketika perjuangan panjangnya di perguruan tinggi akhirnya mencapai garis akhir.
Penulis: Hestina Novesima Rachmadani
Editor: Linta Nisa Rofiqoh
