
Sumber:Sambodo Sedyo Adi
BANYUMAS, SUDUTNALAR- Mencari tukang panggilan, baik untuk pekerjaan bangunan, reparasi listrik, maupun pemasangan plafon, selama ini kerap menjadi persoalan tersendiri bagi sebagian masyarakat. Kebutuhan tersebut umumnya hanya dapat dipenuhi melalui kenalan atau rekomendasi dari mulut ke mulut, sehingga proses pencariannya memakan waktu dan tidak selalu tepat sasaran.
Kondisi tersebut mendorong lahirnya Mitra Tukang, aplikasi berbasis Android yang dirancang untuk mempertemukan tukang panggilan dengan masyarakat yang membutuhkan jasanya. Aplikasi ini mengusung sistem serupa layanan transportasi daring seperti Gojek, di mana pengguna dapat langsung mencari dan memanggil tukang sesuai kebutuhan.
Dua Skema Layanan
Mitra Tukang menyediakan dua skema layanan, yaitu sistem realtime dan sistem kontrak. Melalui skema realtime, tukang dapat langsung dipanggil dan bekerja pada saat itu juga. Sementara melalui skema kontrak, masyarakat dapat mempekerjakan tukang untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.
Aplikasi ini sengaja dibangun berbasis Android agar dapat menjangkau masyarakat pedesaan yang rata-rata masih menggunakan perangkat berbasis sistem operasi tersebut. Dengan begitu, layanan pencarian tukang diharapkan dapat diakses lebih luas, tidak hanya oleh masyarakat perkotaan.

Sumber:Sambodo Sedyo Adi
Profil Mitra Transparan
Setiap mitra tukang yang terdaftar memiliki profil yang memuat data diri, keahlian, rating, pengalaman kerja, hingga tarif harian. Informasi tersebut ditampilkan agar masyarakat dapat menilai dan memilih tukang sesuai kebutuhan dan anggaran yang dimiliki.
Dikembangkan Mandiri dari Rumah
Aplikasi Mitra Tukang dikembangkan secara mandiri (self developer) oleh Sambodo Sedyo Adi, warga Dusun Dawuhan Wetan, Kedung Banteng, dari rumahnya sendiri. Ia mengatakan, gagasan pembuatan aplikasi ini berangkat dari keterbatasan yang kerap dialami masyarakat saat hendak mencari jasa tukang.
βSelama ini, kalau butuh tukang, kebanyakan orang hanya mengandalkan kenalan. Kalau tidak punya kenalan, tentu akan kesulitan. Dari situ saya berpikir untuk membuat aplikasi yang bisa mempertemukan tukang dengan masyarakat yang membutuhkan, dengan sistem yang lebih jelas dan mudah diakses,β ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan aplikasi ini turut memperhatikan kemudahan akses bagi masyarakat pedesaan, mengingat mayoritas warga di wilayah tersebut menggunakan ponsel berbasis Android dibanding sistem operasi lain.
Cakupan Masih di Banyumas
Sejauh ini, cakupan layanan Mitra Tukang masih terbatas di wilayah Banyumas dan belum menjangkau skala nasional. Meski demikian, pengembangan aplikasi terus dilakukan seiring berjalannya waktu, seiring dengan harapan agar jangkauan layanan dapat diperluas ke wilayah lain di masa mendatang.
Kehadiran Mitra Tukang diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses masyarakat dalam mencari jasa tukang, sekaligus membuka peluang penghasilan yang lebih luas bagi para tukang panggilan di Banyumas dan sekitarnya.
