
PURBALINGGA, SUDUTNALAR β Praktik kesehatan di rumah menjadi bagian dari keseharian Mister. Melalui tempat itu, ia melayani masyarakat dengan berbagai keluhan sekaligus memanfaatkan keahliannya untuk membantu orang yang membutuhkan.
Mister, S. Kep., Ns., telah membuka praktik menetap di rumah sejak 2018. Selain melayani pasien di Tempat Praktik Mandiri Mister Asy-Syifa, ia juga bekerja di Rumah Sakit Islam Banjarnegara.
Keputusan membuka praktik mandiri tidak semata-mata didorong oleh pekerjaan. Bagi Mister, membantu masyarakat menjadi alasan utama, sedangkan faktor finansial menjadi salah satu pertimbangan lainnya.
βYang pertama bantu masyarakat. Yang kedua jelas ada faktor finansial,β ujarnya.
Pasien yang datang berasal dari berbagai wilayah dengan keluhan yang beragam. Salah satu pengalaman unik yang masih diingat Mister terjadi saat seorang pasien datang setelah seekor kupu-kupu masuk ke telinga sejak malam sebelumnya.
Selain pelayanan sehari-hari, Mister juga memberikan pelayanan melalui kegiatan sosial. Ia pernah terlibat dalam kegiatan sunat gratis bersama ranting NU kecamatan pada 2024 dan kembali memberikan pelayanan serupa pada tahun berikutnya dengan salah satu yayasan pendidikan dari Jakarta.
Pada 2026, Mister juga menyediakan kuota sunat gratis secara pribadi. Baginya, pelayanan tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Keinginannya untuk membantu masyarakat juga berkaitan dengan perjalanan hidup yang membawanya ke bidang kesehatan. Sebagai anak petani yang kerap mengalami sakit sejak kecil, Mister sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan. Hingga kemudian, ia diakui sebagai anak oleh salah seorang tenaga kesehatan tersebut dan disekolahkan pada bidang kesehatan.
Berpegang pada prosedur dan etika tenaga kesehatan, Mister menjalankan pelayanan dengan menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai dengan kondisi pasien. Cara tersebut dilakukan agar pasien merasa lebih nyaman selama mendapatkan pelayanan.
Prinsip tersebut menjadi bagian dari perjalanan Mister dalam menjalani profesinya. Ia menyelesaikan pendidikannya pada 2004 dan mengaku tidak pernah menyangka akan sampai pada titik menjalani profesi dan memiliki praktik kesehatan seperti sekarang.
Dari perjalanan tersebut, Mister berpesan kepada generasi muda untuk tidak terlalu terpaku pada cita-cita yang telah dibayangkan sejak awal. Menurutnya, ketika seseorang telah mendapatkan profesi tertentu, profesi tersebut perlu dijalani, ditekuni, dan disyukuri.
βCita-cita itu tidak muncul dari kita kecil. Meskipun saat itu kita punya cita-cita A, dalam perjalanan akan ada arahan-arahan dan sebagainya. Ketika sudah mendapatkan profesi tertentu, kita harus menekuninya. Rezeki juga sudah ada yang menakar,β kata Mister.
Penulis : Evi Alviyah
Editor : Fatma Amalia Adyan
