Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjemput Rezeki di Balik Gerobak Siomay

Posted on Oktober 9, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Oleh : Isyana Nur Fadhillah

Dok: Isyana

PURWOKERTO, SudutNalar – Sekitar pukul 10 pagi, Imam Mahruri mulai menjalani aktivitasnya sebagai penjual siomay keliling. Sebelum berkeliling, ia menyiapkan dagangan terlebih dahulu. Gerobak kemudian dibawa menyusuri jalan, mencari pembeli dari satu tempat ke tempat lain. Pekerjaan tersebut telah dijalani Imam selama sekitar delapan bulan.

Imam tinggal di Perumahan Griya Satria, Sumampir, bersama teman-teman yang juga bekerja sebagai penjual siomay. Ia berasal dari Cilacap. Pekerjaan tersebut didapatkannya ketika sedang tidak bekerja. Saat itu, ia menemukan informasi lowongan melalui Facebook. Meski belum memiliki pengalaman berjualan, Imam mencoba pekerjaan tersebut.

“Awalnya itu lagi nggak kerja, terus iseng-iseng scroll social media di Facebook. Ada tawaran, saya coba hubungin terus suruh datang dan langsung kerja,” ujar Imam.

Hari-hari pertama menjadi masa penyesuaian bagi Imam. Ia belum terbiasa dengan sistem berjualan di jalan dan belum mengetahui area yang cocok untuk berjualan. Keadaan semakin terasa berat karena saat pertama bekerja bertepatan dengan bulan puasa. Pembeli tidak selalu ramai sehingga Imam harus belajar bersabar menunggu pelanggan.

Memasuki bulan kedua dan ketiga, Imam mulai terbiasa. Ia lebih sering berjualan di sekitar area yang sudah dikenalnya. Jalan yang dilaluinya cukup ramai, tetapi jumlah pembeli tetap tidak menentu. Ada saat ketika pembeli datang silih berganti, tetapi ada pula beberapa jam tanpa pelanggan.

Ketika suasana sedang sepi, Imam tidak hanya duduk menunggu. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk membersihkan tempat berjualan atau menyiapkan batagor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitasnya ketika belum ada pembeli.

“Namanya jualan pasti ada hari yang sepi. Kalau sehari penuh nggak ada yang beli nggak pernah sih, Alhamdulillah.” katanya.

Selain sepi pembeli, cuaca juga menjadi tantangan. Ketika hujan turun, orang lebih sulit berhenti untuk membeli. Imam menggunakan mantel saat harus berpindah tempat. Ketika panas, ia mencari tempat yang teduh agar tetap bisa menjalankan pekerjaannya.

Gerobak yang menjadi bagian dari pekerjaannya juga pernah mengalami masalah. Pada awal bekerja, roda belakang gerobak sempat tidak bisa berbelok sehingga menyulitkan Imam bermanuver. Namun, ia tidak menghadapinya sendirian. Imam langsung menghubungi tim dan masalah tersebut diselesaikan bersama.

Ada pula pengalaman lain yang masih diingatnya, yaitu ketika pernah ditipu oleh pembeli. Seorang pembeli mengaku uangnya tertinggal dan meminta barang terlebih dahulu, tetapi tidak kembali. Pada kesempatan lain, ada pembeli yang meminta uang untuk mengisi bensin dengan alasan tidak membawa dompet, tetapi juga tidak kembali.

Bagi Imam, kejadian tersebut tidak perlu dipermasalahkan terlalu jauh.

“Kalau urusan balik ya masih rezeki. Kalau enggak ya udah lah ikhlas,” ucapnya.

Dalam pekerjaannya, Imam mengatakan bahwa hal yang paling berat bukan hanya berjalan atau menghadapi cuaca, melainkan kesabaran dalam menunggu pelanggan. Ketika dagangan ramai, ia bisa merasa senang meskipun harus melayani pembeli dengan cepat. Sebaliknya, ketika hasil penjualan sedikit, rasa lelah menjadi lebih terasa karena ia tetap harus melakukan setoran.

Imam bekerja dengan sistem bagi hasil. Ia mendapatkan 30 persen dari omzet penjualan dan bertugas menjual tanpa terlibat dalam proses produksi. Biasanya, ia mulai berjualan sekitar pukul 10 pagi hingga magrib, kemudian masih berkeliling sampai sekitar pukul 19.00 atau 19.30.

Penghasilan dari pekerjaan tersebut bukan menjadi sumber utama keluarganya karena istrinya juga bekerja. Namun, penghasilan itu tetap membantu kehidupan mereka. Istrinya tinggal di Jawa Barat, sehingga jarak dengan keluarga menjadi salah satu hal yang paling terasa bagi Imam selama bekerja.

Saat pekerjaan terasa melelahkan, Imam biasanya beristirahat, mengobrol dengan teman, atau sekadar minum kopi. Baginya, berbagi cerita dengan rekan kerja cukup untuk membuat pikiran lebih tenang dan kembali bersemangat menjalani pekerjaan keesokan harinya.

Delapan bulan menjadi penjual siomay membuat Imam tidak hanya mendapatkan penghasilan. Ia juga belajar tentang pelayanan dan kebersihan. Menurutnya, rasa makanan bukan satu-satunya hal yang membuat pembeli kembali. Cara melayani dan menjaga kebersihan juga penting untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan.

Di balik pekerjaannya, Imam menyimpan harapan sederhana. Ia ingin memiliki kehidupan yang lebih baik, mempunyai usaha sendiri, dan memiliki tempat tinggal sendiri. Dalam waktu dekat, ia berharap penghasilannya bisa lebih baik agar istrinya tidak perlu bekerja.

Bagi orang yang hanya melihatnya sebagai penjual siomay keliling, mungkin yang terlihat hanya sebuah gerobak dan makanan yang dijajakan. Namun, bagi Imam, pekerjaan itu menjadi jalan untuk bertahan, belajar, dan menyiapkan kehidupan yang lebih baik.

“Jangan pernah meremehkan semua pekerjaan. Semua pekerjaan itu berarti, apalagi pekerjaan yang halal,” kata Imam.

Gerobak itu mungkin hanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Namun, bagi Imam, setiap perjalanan di baliknya membawa satu harapan, pulang dengan rezeki yang cukup dan suatu hari mampu memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme