Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjaga Tradisi Lewat Gerak, Kisah Prajnya Mendalami Tari Banyumasan Sejak Usia 7 Tahun

Posted on September 16, 2026September 18, 2026 by zulfa izaz
TariΒ  Asa dan Impian Dibawakan dalam Lomba Tari di Purwokerto. Sabtu (19/10/2024) pukul 19.00 WIB (Foto: Dokumen Pribadi)

PURWOKERTO, SudutNalar β€” Bagi Prajnya, menari bukan sekadar melakukan gerakan mengikuti irama musik. Sejak usia tujuh tahun, dunia tari telah menjadi bagian dari kehidupannya. Perempuan yang akrab disapa Anya ini hingga kini masih mendalami berbagai tari tradisional khas Banyumasan.

Kecintaannya terhadap tari terus tumbuh berkat dukungan orang tua, keluarga, dan kerabat terdekat. Bagi Anya, tari Banyumasan juga bukan sekadar pertunjukan, tetapi bagian dari identitas budaya Banyumas, Iringan calung Banyumasan dan gerakannya yang energik menjadi ciri khas yang di dalamnya terdapat nilai rasa syukur kepada Sang Pencipta serta semangat guyub rukun masyarakat.

Untuk mempersiapkan penampilan, Anya terbiasa berlatih setiap hari. Ia menghafalkan gerakan, menyesuaikannya dengan ritme musik, serta berlatih bermain ekspresi wajah. Sebelum berlatih, ia juga melakukan pemanasan dan olah tubuh agar dapat tampil maksimal.

Namun, menurut Anya, menghafalkan gerakan saja tidak cukup. Ia perlu memahami karakter dan makna tarian agar dapat menjiwainya melalui gerakan tubuh dan ekspresi.

“Aku berusaha memahami karakter dan juga makna dari tarian yang akan aku bawakan. Jadi, aku tidak hanya menghafal gerakan, tetapi juga berusaha menjiwai tarian melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah,” jelasnya.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Anya adalah ketika tampil dalam Sendratari Babad Baturraden pada acara Grebeg Sura. Saat itu, ia untuk pertama kalinya menari di dalam air Sungai Lokawisata Baturraden. Pengalaman tersebut menjadi tantangan sekaligus kenangan yang tidak terlupakan baginya.

Di tengah perkembangan budaya modern, Anya menyadari bahwa mempertahankan minat generasi muda terhadap kesenian Banyumas bukan hal yang mudah. Namun, ia melihat media sosial sebagai peluang untuk mengenalkan seni tradisional dengan cara yang lebih menarik.

Sebagai salah satu warisan budaya Banyumas, Anya berharap kesenian tradisional dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas. Ia juga berharap pemerintah dapat menyediakan ruang untuk pertunjukan, pelatihan, dan berbagai kegiatan seni agar para penari serta pelaku seni dapat terus berkarya.

Penulis: Saskia Nova

Editor: Zulfa Nur Auliya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme