Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Menjaga Akar Tradisi Banyumasan di Tengah Era Modernisasi bersama Sanggar Seni Panginyongan

Posted on September 16, 2026 by Zidan Diyaaul Haq

Penulis: Nissa Roshida Dini Mustikasari
Editor: Nailah Fiza Imania

Sejumlah remaja saat mengikuti kelas latihan tari rutin di Sanggar Seni Panginyongan, Minggu (13/9/2026). Foto: Nissa Roshida Dini Mustikasari

PURWOKERTO, Sudut nalar – Pelestarian seni budaya daerah kerap menghadapi tantangan di tengah derasnya arus modernisasi. Namun, komitmen menjaga identitas budaya lokal terus dilakukan melalui kehadiran Sanggar Seni Panginyongan di Banyumas.

Secara resmi, sanggar ini berbadan hukum pada Desember 2022. Meski tergolong baru, perjalanan sanggar ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bahkan mencapai puluhan tahun. Cikal bakalnya bermula dari Sanggar Sekar Budaya yang didirikan oleh Sri Rahayu, sebelum akhirnya diteruskan dan dikembangkan oleh sang putra, Randhi Haryaningtyastomo, dengan nama Satria Budaya hingga bertransformasi menjadi Sanggar Seni Panginyongan.

Nama “Panginyongan” dipilih bukan tanpa alasan. Diambil dari kata inyong dalam bahasa Ngapak Banyumasan, nama ini secara harfiah bermakna “milik kita”.

​”Panginyongan itu lekat dengan budaya masyarakat Banyumas. Artinya, budaya ini milik kita bersama yang harus dijaga,” ujar Randhi Haryaningtyastomo selaku pimpinan sanggar.

Sebagai ruang kreatif, Sanggar Seni Panginyongan berfokus pada pengembangan seni tradisional, terutama budaya Banyumasan. Meski begitu, sanggar ini juga membuka berbagai kegiatan bidang seni lainnya, seperti seni tari, macapat, geguritan, teater, hingga pantomim.

Setiap akhir pekan, kelas-kelas rutin digelar bagi para siswa dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sanggar ini juga melatih kalangan profesional seperti karyawan hingga pimpinan daerah, untuk berbagai pementasan budaya seperti penyambutan pejabat kenegaraan atau ajang hiburan daerah.

Di balik kiprahnya, Randhi Haryaningtyastomo memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda jauh dengan bidang seni. Ia merupakan lulusan Jurusan Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 1999. Meski demikian, pengalaman dan portofolio tari mengantarkannya mendapat pengakuan sebagai instruktur tari tingkat nasional. Kiprah tersebut juga membawanya menjadi dosen praktisi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui program Kampus Merdeka.

Sejauh ini, Sanggar Seni Panginyongan telah meraih sejumlah prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Salah satunya adalah predikat Penyaji Terbaik dalam Menoreh Festival 2024 melalui penampilan kesenian Kentongan Banyumasan. Selain itu, sanggar ini sukses meraih Juara I Festival Menoreh Kulon Progo tingkat nasional di Yogyakarta. Pada  2025, mereka kembali mengukir prestasi dengan meraih Juara II dalam Festival Capat Cipit Banyumas.

Regenerasi seniman muda masih menjadi tantangan yang sering dihadapi oleh sanggar ini. Tantangan tersebut disebabkan oleh terbatasnya jumlah penari pria serta menurunnya minat anak-anak ketika menginjak usia remaja. Kondisi ini dipicu oleh rasa malu dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Randhi menerapkan pendekatan adaptif dalam kegiatan sanggar tanpa menghilangkan esensi tradisi. Menurutnya, keberhasilan dalam berkesenian tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari kepuasan dalam menjalani proses pembelajaran dan melestarikan seni tradisi.

“Ciri khas bangsa yang kuat adalah budayanya yang kuat. Melalui seni dan budaya, kehidupan bermasyarakat bisa menjadi lebih kaya akan keindahan,” pungkas Randhi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme