Skip to content
sudutnalar.com
Menu
  • Beranda
  • Tentang
  • Bahasa
  • Wisata
  • Tips
  • Budaya
  • Teknologi
  • Sosial
  • Politik
  • Sastra
  • Kuliner
  • Hiburan
  • Profile
  • Pendidikan
  • Feature
  • Ekonomi
  • Hukum
Menu

Mengintip Pesona TamanBK Watu Blencong, Wisata Alam Camping Ground Tersembunyi di Desa Windujaya

Posted on September 14, 2026September 15, 2026 by shafrifa aulia

PURWOKERTO, Sudut Nalar. Tren wisata alam bernuansa pegunungan kini kian diminati masyarakat. Bagi para pencari ketenangan atau sekadar menepi dari hiruk-pikuk suasana kota tanpa menguras kantong, TamanBK Watu Blencong yang berlokasi di Dusun Peninis, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng dapat menjadi salah satu pilihan tepat untuk dikunjungi. 

Kolam renang berlatar pemandangan perbukitan hijau(sudutnalar.com/Ardia Herdika Chandra)

Daya Tarik Keindahan yang Berkombinasi dengan FYP

Bagi sebagian orang, menemukan tempat ini bukanlah hasil perencanaan jauh-jauh hari, melainkan “keberuntungan” algoritma media sosial. Athi Anggraini seorang pengunjung asal Wangon, datang membawa rombongan keluarganya setelah terikat daya tarik visual yang berseliweran di FYP TikToknya. 

“Bisa dibilang saya ini ‘korban’ TikTok. Tempat ini lewat terus di FYP. Karena saya memang suka mencari tempat yang adem untuk nongkrong dan tidak harus mahal, tempat ini sangat menarik,” ujar Athi di lokasi wisata.

Daya tarik utama yang membuat Athi terpikat adalah kombinasi kolam renang dengan latar belakang lanskap Gunung Slamet dan perbukitan hijau. Meski saat berkunjung kondisi cuaca sedang mendung, Athi mengaku puas karena udara yang sejuk serta harga tiket masuk (HTM) yang sangat ramah kantong.

“Dengan tiket masuk (HTM) Rp7.000, ini sangat recommended. Aksesnya untuk orang tua atau sepuh juga tidak terlalu tinggi. Fasilitasnya bersih, ada musala, jadi tidak perlu panik bingung mau salat di mana. Rasa penasaran saya terobati,” imbuhnya.

Hamparan Bunga dan Suasana Menginap yang Syahdu

Memasuki kawasan seluas 2 hektare ini, pengunjung disuguhkan penataan terasering tanah yang rapi. Salah satu sudut paling mencolok adalah lanskap taman bunga warna-warni yang membentang mengikuti pola bukit, dipadu jalan setapak dari susunan batu alam.

Taman bunga berwarna-warni yang membentang indah di sepanjang bukit(sudutnalar.com/Ardia Herdika Chandra)

Pengelola sekaligus penanggung jawab TamanBK Watu Blencong, Arif, menjelaskan bahwa area wisata ini sejatinya mengutamakan konsep camping ground. Pesona utama tempat ini justru terpancar saat hari berganti malam. 

“Daya tarik utama kami ada di camping area. Jika malam hari, pengunjung bisa menikmati pemandangan city light Kota Purwokerto sampai Cilacap dari atas sini. Lalu jika pagi hari setelah hujan turun, kita bisa menyaksikan lautan awan,” jelas Arif.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam tanpa perlu mendirikan tenda, pengelola menyediakan fasilitas vila atau homestay kayu yang estetik, tenang, dan menyatu dengan alam sekitarnya. Pengunjung dapat melakukan reservasi melalui pesan pribadi pada media sosial TamanBk Watu Blencong. 

Vila kayu/homestay beraksen alam yang teduh untuk menginap(sudutnalar.com/Ardia Herdika Chandra)

Catatan Pengelola Wisata 

Di balik pesona yang disuguhkan dengan hanya membayar Rp7.000 per orang, TamanBK Watu Blencong memiliki PR besar pada bagian infrastruktur. 

Pak Arif menyebutkan bahwa sekitar 90 persen pengunjung mengeluhkan akses jalan menuju lokasi. Tanjakan yang curam dan beberapa bagian jalan yang rusak kerap membuat pengunjung ragu melintas.

“Banyak yang kepengin ke sini, tapi pas lihat akses jalannya masih nanjak, sempit, dan rusak, jadi pada ragu. Kalau ada rombongan bus atau mobil, tim kami sampai harus turun tangan mengawal kendaraan dari bawah demi keselamatan pengunjung,” tutur Arif.

Kondisi jalan ini memengaruhi kestabilan jumlah pengunjung. Pada hari biasa (weekday) jumlah pengunjung berkisar 50 orang per hari, sementara pada akhir pekan(weekend) berkisar 200 hingga 300 orang. Pengelola yang mempekerjakan 10 orang warga lokal kerap memutar otak untuk menutupi biaya operasional di saat sepi kunjungan. Pihak pengelola juga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah terkait pelebaran dan perbaikan jalan menuju kawasan ini.

Meski infrastruktur akses jalan menuju lokasi masih menjadi keluhan utama pengelola dan pengunjung, keindahan alam dan suasana sejuk yang ditawarkan TamanBK Watu Blencong tetap menjadikannya pilihan tepat bagi siapa pun yang ingin healing tipis-tipis di kaki pegunungan.

Penulis: Ardia Herdika Chandra; Editor: Taheera Putri Basyara Tin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Berita Terbaru

  • Dulu Semalam Suntuk, Kini Sekadar Pembuka Acara: Cerita Lengger dari Rumah Lengger Banyumas
    By bagus aji
    Oktober 9, 2026
    Lukisan penari lengger dan seperangkat calung di sudut […]
  • Gemblong Ocar-Acir di Tengah Perubahan Selera Generasi Muda
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Penulis: Erdi Aqil Fauzan | Keterangan: Feature, […]
  • Ketika Krama Inggil Perlahan Kehilangan Suara di Patikraja
    By Erdi Aqil Fauzan
    Oktober 8, 2026
    Oleh: Farah Nasywa Nurrahma | Narasumber: Mareta & […]

Pendidikan

  • SMA Muhammadiyah Sokaraja Benahi Manajemen untuk Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
    By shafrifa aulia
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Keterbatasan Perpustakaan Tak Padamkan Semangat Membaca, Pojok Literasi Jadi Solusi bagi Murid UPTD SDN 3 Kedungdawa
    By calista aneen
    Pendidikan
    September 29, 2026
  • Kopi dan Laptop: Cerita Mahasiswa Unsoed Menghadapi Tenggat Tugas Tengah Semester
    By athaya qila
    Pendidikan
    September 29, 2026

Bahasa

  • Mengenal Dunia Inklusif Melalui Kelas Bahasa Isyarat Himpunan Mahasiswa KIP-K Unsoed
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Terbaru
    September 21, 2026
  • Usung Tema “Citta Karya”, Seminar Kepenulisan 2026 Hadirkan Luluk HF, Penulis “Mariposa”
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Berlangsung 14–16 September
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Hiburan, Pendidikan, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dorong Budaya Baca Masyarakat
    By akt 24
    Bahasa Bahasa, Sastra
    September 21, 2026
  • Festival Literasi Banyumas 2026 Hadirkan Beragam Stan Literasi
    By kelaas d
    Bahasa Bahasa, Pendidikan
    September 21, 2026

Kuliner

  • Segelas Dawet Ayu, Rezeki yang Tak Tertukar
    By Hanunah Mumtaz
    Feature, Kuliner, Sosial
    Oktober 8, 2026
  • Makaroni Tasik Mang Dadang, Kuliner Pedas Hits di Purwokerto
    By Hanunah Mumtaz
    Kuliner
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Wisata

  • Riak Sang Penyu, Potret Kehidupan di Kawasan Konservasi
    By kelasB
    Pendidikan, Wisata
    September 21, 2026
  • Sabtu Malam, Kawasan Malioboro Dipenuhi Wisatawan
    By akt 24
    Wisata
    September 21, 2026
  • Memadukan Kopi dan Literasi di Bawah Keteduhan Hutan Pinus Ajibarang
    By kelaas d
    Kuliner, Wisata
    September 21, 2026

Sudut Nalar

Media pemberitaan mahasiswa
Hasil praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman

Tautan

Tentang Kami
Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kirim Tulisan
Arsip Berita.

Tentang

Diterbitkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, sebagai bagian dari praktik Mata Kuliah Dasar-dasar Jurnalistik.

Dosen Pengampu : Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd.

©2026 sudutnalar.com | Design: Newspaperly WordPress Theme