Reporter : Amelia Ramandha | Editor : Calista Vania
Senin, 21 September 2026 19.42 WIB

Sumber foto : Rachma Deanova
PURWOKERTO, SudutNalar — Bagi Rachma Deanova, sebuah selempang atau gelar kepemudaan bukanlah sekadar pemanis penampilan atau simbol pencapaian pribadi. Lebih dari itu, peran tersebut merupakan wadah untuk terus bertumbuh, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.
Nova, begitu ia biasa disapa, merupakan mahasiswa Program Studi S1 Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Di tengah kesibukan akademiknya, ia mengemban amanah sebagai Duta Generasi Berencana (Genre) Unsoed sekaligus Duta Inspirasi Indonesia.
Berawal dari Keinginan Bertumbuh
Keterlibatan Nova dalam dunia kepemudaan dan organisasi bukanlah hal baru. Sejak lama, ia lebih aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, edukasi, sosial dan kepemudaan. “Motivasi utamanya berproses” hingga dipercaya menjadi duta berawal dari keinginan sederhana untuk terus berkembang di luar ruang kelas.
“Bagi saya, menjadi duta bukanlah sekadar tentang selempang atau gelar, melainkan tentang bagaimana seseorang mampu membawa nilai yang diwakilinya dalam kehidupan sehari-hari.” ujar Nova saat diwawancarai.
Sebagai Duta Genre Unsoed, Nova memfokuskan energinya pada isu-isu remaja, khususnya yang berkaitan dengan perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, serta kesiapan masa depan. Ia meyakini bahwa banyak anak muda memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan ruang diskusi yang ramah, pendengar yang baik, serta arahan yang tepat.

Sumber foto : Rachma Deanova
Menjaga Prinsip Keteladanan
Dalam menjalankan perannya, Nova memegang prinsip hidup untuk selalu rendah hati, mau belajar, dan bertanggung jawab apa yang ia sampaikan. Bagi Nova, keteladanan hadir dari tindakan sederhana sehari-hari, seperti menepati amanah, menghargai sesama, dan bertanggung jawab.
“Saya tidak ingin hanya berbicara tentang keberanian tetapi takut mencoba, atau berbicara tentang perencanaan masa depan tanpa serius menyiapkannya sendiri.” tegasnya.
Ia memandang perannya bukan untuk mengubah semua orang secara drastis, melainkan menjadi bagian kecil dari perubahan positif. Perubahan itu bisa hadir dalam bentuk yang sederhana, seperti membantu seorang teman yang berani mencari bantuan atau memberi dorongan agar sesama mahasiswa mau mengembangkan potensinya.
Mengelola Lelah dan Menjaga Semangat
Menjalankan berbagai peran tentu tak lepas dari rasa lelah dan keraguan. Ketika berada di titik tersebut, Nova memilih untuk berhenti sejenak untuk mengevaluasi diri tanpa harus menyerah.
“Saat merasa lelah, saya mengingat kembali alasan awal saya memulai. Setiap kesempatan yang saya dapatkan hari ini mungkin adalah doa dan harapan saya di masa lalu,” tuturnya. Dukungan keluarga dan kepercayaan orang-orang sekitar menjadikan dorongan utamanya untuk bangkit kembali.
